TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kawasan ikonik Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, mulai bersolek menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Sejak Rabu (11/3/2026), deretan tenda sarnafil putih mulai berjajar rapi, menandai dibukanya keran ekonomi bagi para Pedagang Kaki Lima (PKL) musiman di pusat kota tersebut.
Meski transaksi belum terlihat masif karena pedagang masih melakukan penataan barang, kepadatan arus lalu lintas di "Malioboro-nya Tasik" ini mulai meningkat tajam.
Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan lampu hijau bagi para pedagang untuk menggelar lapak dengan aturan main yang ketat. Kasatpol PP Kota Tasikmalaya, Yogi Subarkah, menekankan bahwa legalitas ini merupakan hasil kesepakatan lintas instansi untuk merespons aspirasi ekonomi masyarakat.
"Pemerintah tidak menutup ruang, namun aktivitas ekonomi harus selaras dengan aturan. Penggunaan tenda sarnafil yang seragam dan menjaga kebersihan adalah syarat mutlak agar estetika kawasan tetap terjaga," tegas Yogi, Selasa (10/3/2026).
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, menuturkan bahwa izin berjualan di bahu jalan HZ Mustofa tahun ini merupakan masa transisi. Pemerintah ingin memastikan masyarakat nyaman berbelanja tanpa membuat kawasan menjadi semrawut.
Namun, Viman memberikan catatan penting bagi masa depan tata kota. "Tahun ini merupakan tahun terakhir pemerintah memperbolehkan pedagang membuka lapak di jalur ini. Pada tahun 2027, kami akan menyediakan tempat alternatif yang lebih representatif," ujar Viman.
Mengingat ruas Jalan HZ Mustofa yang kini lebih terbatas akibat perluasan trotoar, Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan skema khusus. Kadishub Kota Tasikmalaya, Iwan Kurniawan, menyebutkan bahwa pihaknya akan menerapkan pengaturan keluar-masuk kendaraan secara disiplin.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, Dishub menyiapkan sejumlah ruas jalan penunjang sebagai lokasi parkir alternatif, di antaranya:
* Jalan Penyerutan
* Jalan Selakaso
* Jalan Paturaman
* Jalan Empangsari
"Kami juga akan menertibkan parkir liar dan PKL di luar komunitas yang tidak terdata agar arus lalu lintas tetap mengalir," tambah Iwan.