Update Kasus Tukang Bakso di Tasikmalaya, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Disarankan:
Wajah Jaya Kartiman tampak sumringah pagi itu, Senin (24/11/2025). Di bawah langit cerah Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, pria 55 tahun itu akhirnya dilantik sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Wajah Jaya Kartiman tampak sumringah pagi itu, Senin (24/11/2025). Di bawah langit cerah Lapangan Bale Kota Tasikmalaya, pria 55 tahun itu akhirnya dilantik sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) paruh waktu oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan. Sebuah momen yang ia tunggu sejak 36 tahun lalu ketika pertama kali mengabdikan diri sebagai tenaga honorer.
“Alhamdulilah saya bersyukur kepada Allah SWT, bahagia, sedih, buah dari kesabarahan,” ujar Jaya saat ditemui setelah pelantikan di SMPN 3 Kota Tasikmalaya, tempatnya bekerja selama puluhan tahun.
Jaya memulai pengabdian pada 1989. Ia menjadi penjaga sekolah di SMPN 3 Kota Tasikmalaya, sebelum kemudian dipercaya sebagai staf bagian aset pada 2005 hingga sekarang. Jalan panjang menuju status pegawai pemerintah tak pernah mulus. Ia mengaku sudah delapan kali mengikuti berbagai seleksi, mulai dari tes CPNS kategori II hingga lowongan di Departemen Agama, namun semuanya berakhir tanpa hasil.
Namun kegigihan itu terbayar pada 2025. “Honorer dari 1989, sekarang usia 55, tiga tahun lebih lagi pensiun. Mudah-mudahan 2026 bisa diangkat jadi penuh waktu,” harapnya.
Meski status PPPK paruh waktu hanya memberinya SK dan Nomor Induk Pegawai (NIP) tanpa perubahan gaji, Jaya tetap memandangnya sebagai nikmat yang besar. Kerendahan hati itu tertangkap dari setiap tutur katanya.
“Gaji itu sementara dari bos dulu, gak tau ke depannya. Dulu pertama gaji itu Rp 62 ribu itu zaman dahulu yah, sekarang Alhamdulilah kepada Allah SWT udah Rp 1,5 juta,” katanya.
Dengan penghasilan terbatas, Jaya yang tinggal di Kabupaten Tasikmalaya mampu menyekolahkan ketiga anaknya hingga lulus SMK. Selain mengandalkan gaji dari sekolah, ia dan istrinya membuka usaha kecil seperti konveksi mukena dan gamis.
“Selain mengandalkan gaji di sekolah, Alhamdulilah punya usaha kecil-kecilan, dan paling bantu-bantu istri di rumah jualan, konveksi mukena dan gamis,” terangnya.
Pelantikan hari itu terasa spesial baginya. Sang istri dan keluarga hadir penuh dukungan, dan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasinya, Jaya menjadi salah satu dari empat perwakilan PPPK paruh waktu yang menerima SK langsung dari Wali Kota.
“Insyallah setelah ini saya, dulu juga honorer sampai sekarang kerja profesional, apalagi sekarang harus lebih semangat. Mudah-mudahan ke depan dari paruh waktu ke penuh waktu,” ujarnya.
Tak lupa, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya. Baginya, pelantikan ini bukan akhir, melainkan awal untuk mengabdikan diri dengan lebih baik.
“Mudah-mudahan dengan adanya ini saya semakin semangat untuk mengabdi ke Pemkot dan negara, semoga semangat, dan mudah-mudahan kedepannya bisa dipertimbangkan menjadi penuh waktu,” pungkasnya.
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Suasana peringatan Hari Kartini 2026 terasa kental di Plaza Asia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026). Seluruh karyawan pusat perbelanjaan tersebut tampil kompak mengenakan busana tradisional, di mana karyawan perempuan memakai kebaya, sementara karyawan laki-laki mengenakan batik maupun pangsi.
Suasana ceria mewarnai kunjungan siswa TK Pertiwi ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang bertujuan mengenalkan dunia kepolisian sekaligus menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.