Update Kasus Tukang Bakso di Tasikmalaya, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Disarankan:
Opon Napisah (41), ibu dari MA (17), korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh anggota geng motor, berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Opon Napisah (41), ibu dari MA (17), korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh anggota geng motor, berharap pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.
Harapan tersebut disampaikan Opon saat ditemui di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya, Senin (15/12/2025) siang, ketika mendampingi anaknya yang tengah menjalani perawatan medis.
“Sebagai orang tua, saya berharap pelaku segera ditangkap. Ini sudah sangat keterlaluan,” ujar Opon.
Ia mengungkapkan, akibat aksi brutal tersebut, MA mengalami patah tulang pada bagian tangan dan harus menjalani tindakan operasi. Namun, hingga kini proses operasi belum dapat dilakukan karena terkendala biaya.
“Seharusnya hari pertama sudah dioperasi, tapi karena tidak punya biaya jadi ditunda. Tangannya patah dan memang harus dioperasi,” katanya.
Opon menjelaskan, biaya operasi yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp20 juta dan tidak seluruhnya dapat ditanggung BPJS Kesehatan. Pihak rumah sakit pun menyarankan keluarga melengkapi laporan kepolisian sebagai syarat pengajuan klaim Jasa Raharja.
“Diminta laporan ke polres untuk klaim Jasa Raharja, tapi anak saya belum punya SIM karena masih di bawah umur,” ucapnya.
Dalam kondisi tersebut, Opon berharap adanya bantuan dari pemerintah maupun pihak terkait untuk meringankan beban biaya pengobatan anaknya.
“Mudah-mudahan ada bantuan dari pemerintah. Biaya sebesar itu kami benar-benar tidak sanggup,” pungkasnya.
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Suasana peringatan Hari Kartini 2026 terasa kental di Plaza Asia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026). Seluruh karyawan pusat perbelanjaan tersebut tampil kompak mengenakan busana tradisional, di mana karyawan perempuan memakai kebaya, sementara karyawan laki-laki mengenakan batik maupun pangsi.
Suasana ceria mewarnai kunjungan siswa TK Pertiwi ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang bertujuan mengenalkan dunia kepolisian sekaligus menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.