Update Kasus Tukang Bakso di Tasikmalaya, Kedua Pihak Saling Lapor Polisi
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Disarankan:
Sebagai upaya menjawab tantangan industri perunggasan global, buku berjudul Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia resmi diluncurkan pada 1 Desember 2025.
TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sebagai upaya menjawab tantangan industri perunggasan global, buku berjudul Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia resmi diluncurkan pada 1 Desember 2025.
Buku ini ditulis oleh Sandi Dwiyanto bersama Mutzu Huang dari Lever Foundation. Karya tersebut menghadirkan panduan lengkap mengenai metode produksi telur berbasis cage-free yang efisien, disertai analisis ekonomi guna mendukung produksi dalam skala komersial.
Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, kalangan akademisi, asosiasi, perusahaan integrasi, hingga para peternak.
Sandi Dwiyanto menjelaskan, buku ini dirancang sebagai panduan komprehensif bagi pelaku usaha perunggasan dalam menerapkan sistem cage-free.
“Di dalamnya mencakup konsep dan prinsip teknis, pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan oleh peternak di Indonesia maupun di berbagai negara,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).
Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ali Agus selaku Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Hilirisasi Produk Peternakan menegaskan pentingnya buku ini di tengah perubahan besar dalam industri perunggasan global.
Menurutnya, isu kesejahteraan hewan, keamanan pangan, serta keberlanjutan kini menjadi perhatian utama di berbagai negara.
“Perubahan paradigma menuju sistem produksi yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan merupakan keniscayaan. Di Eropa, sistem battery cage sudah mulai ditinggalkan. Negara seperti Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga sejumlah negara ASEAN juga bergerak ke arah yang sama,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Indonesia perlu mengambil peran aktif dalam transformasi tersebut, bukan sekadar menjadi pengikut, terutama seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk telur cage-free.
Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, di antaranya Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Heri Dermawan, serta Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami.
Saat ini, buku Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia dapat diakses secara gratis melalui laman resmi Pertanian Press.
Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam mendorong transformasi industri perunggasan nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan, modern, dan berdaya saing global.
Kasus dugaan penculikan yang terjadi di wilayah Cieunteung, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, kini berkembang menjadi dua laporan berbeda.
Suasana peringatan Hari Kartini 2026 terasa kental di Plaza Asia Tasikmalaya, Selasa (21/4/2026). Seluruh karyawan pusat perbelanjaan tersebut tampil kompak mengenakan busana tradisional, di mana karyawan perempuan memakai kebaya, sementara karyawan laki-laki mengenakan batik maupun pangsi.
Suasana ceria mewarnai kunjungan siswa TK Pertiwi ke Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (21/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Polisi Sahabat Anak (Polsanak) yang bertujuan mengenalkan dunia kepolisian sekaligus menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak usia dini.