Ikuti Kami :

Disarankan:

Jawab Tantangan Industri Perunggasan Global, Buku Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Diluncurkan

Jumat, 27 Maret 2026 | 18:57 WIB
Jawab Tantangan Industri Perunggasan Global, Buku Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Diluncurkan
Jawab Tantangan Industri Perunggasan Global, Buku Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Diluncurkan. Foto: Istimewa

Sebagai upaya menjawab tantangan industri perunggasan global, buku berjudul Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia resmi diluncurkan pada 1 Desember 2025.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Sebagai upaya menjawab tantangan industri perunggasan global, buku berjudul Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia resmi diluncurkan pada 1 Desember 2025.

Buku ini ditulis oleh Sandi Dwiyanto bersama Mutzu Huang dari Lever Foundation. Karya tersebut menghadirkan panduan lengkap mengenai metode produksi telur berbasis cage-free yang efisien, disertai analisis ekonomi guna mendukung produksi dalam skala komersial.

Penyusunan buku ini merupakan hasil kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Pertanian, kalangan akademisi, asosiasi, perusahaan integrasi, hingga para peternak.

Sandi Dwiyanto menjelaskan, buku ini dirancang sebagai panduan komprehensif bagi pelaku usaha perunggasan dalam menerapkan sistem cage-free.

“Di dalamnya mencakup konsep dan prinsip teknis, pengalaman lapangan, analisis ekonomi, serta praktik manajemen yang telah diterapkan oleh peternak di Indonesia maupun di berbagai negara,” ujarnya, Jumat (27/3/2026).

Sementara itu, Prof. Dr. Ir. Ali Agus selaku Staf Ahli Menteri Pertanian RI Bidang Hilirisasi Produk Peternakan menegaskan pentingnya buku ini di tengah perubahan besar dalam industri perunggasan global.

Menurutnya, isu kesejahteraan hewan, keamanan pangan, serta keberlanjutan kini menjadi perhatian utama di berbagai negara.

“Perubahan paradigma menuju sistem produksi yang lebih memperhatikan kesejahteraan hewan merupakan keniscayaan. Di Eropa, sistem battery cage sudah mulai ditinggalkan. Negara seperti Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga sejumlah negara ASEAN juga bergerak ke arah yang sama,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Indonesia perlu mengambil peran aktif dalam transformasi tersebut, bukan sekadar menjadi pengikut, terutama seiring meningkatnya tuntutan pasar global terhadap produk telur cage-free.

Peluncuran buku ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, di antaranya Ketua Umum Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (GOPAN) sekaligus Anggota Komisi IV DPR RI, Heri Dermawan, serta Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), Achmad Dawami.

Saat ini, buku Budi Daya Ayam Petelur Cage-Free Skala Komersial di Indonesia dapat diakses secara gratis melalui laman resmi Pertanian Press.

Kehadiran buku ini diharapkan menjadi referensi penting dalam mendorong transformasi industri perunggasan nasional menuju sistem yang lebih berkelanjutan, modern, dan berdaya saing global.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement