Ikuti Kami :

Disarankan:

KPAD dan Diskominfo Kota Tasikmalaya Bahas Ancaman Child Grooming di Ruang Digital

Jumat, 30 Januari 2026 | 20:35 WIB
KPAD dan Diskominfo Kota Tasikmalaya Bahas Ancaman Child Grooming di Ruang Digital
KPAD dan Diskominfo Kota Tasikmalaya Bahas Ancaman Child Grooming di Ruang Digital.

Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya menggelar diskusi terkait isu child grooming di ruang digital, Jumat (30/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu ruang Diskominfo Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya menggelar diskusi terkait isu child grooming di ruang digital, Jumat (30/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di salah satu ruang Diskominfo Kota Tasikmalaya.

Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital, pencegahan dini, serta strategi komunikasi publik guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman kekerasan berbasis digital, khususnya yang menyasar anak-anak.

Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh peristiwa yang terjadi pada awal Januari 2026, ketika Kota Tasikmalaya diguncang viralnya sebuah video buatan kreator konten berinisial SL. Dalam video tersebut, SL mengajak pelajar perempuan di bawah umur untuk menjadi pacar bayaran selama satu jam dengan imbalan Rp 100 ribu.

Akibat perbuatannya, kreator tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dalam kasus dugaan child grooming.

Wakil Ketua KPAD Kota Tasikmalaya, Ajat Sudrajat, menegaskan bahwa upaya perlindungan anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor.

"Childhood grooming merupakan ancaman serius bagi anak-anak, terutama dengan meningkatnya akses terhadap media sosial dan platform digital. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan ramah anak," tegas Ajat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berani melaporkan apabila menemukan indikasi atau dugaan praktik child grooming di lingkungan sekitar maupun di ruang digital.

"Sinergi dan partisipasi aktif seluruh pihak diharapkan dapat mewujudkan Kota Tasikmalaya uang aman, inklusif, dan ramah anak," harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Kota Tasikmalaya, Amran Saefullah, menyatakan komitmennya dalam mendukung perlindungan anak melalui penguatan literasi digital dan penyebarluasan informasi yang bersifat edukatif kepada masyarakat.

"Serta pemanfaatan kanal komunikasi resmi pemerintah guna meningkatkan kesadaran publik," ucap Amran.

Terkait rambu-rambu bermedia di ruang digital, Amran menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya Gen-Z, untuk lebih selektif dalam mengonsumsi dan memproduksi konten.

"Jauhi hal-hal negatif yang bisa merugikan dan membahayakan dari konten di ruang digital," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement