Ikuti Kami :

Disarankan:

Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen, Viman Sebut Sudah Tinjau 8 Lokasi di Tasikmalaya

Jumat, 17 April 2026 | 10:50 WIB
Watermark
Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Permanen, Viman Sebut Sudah Tinjau 8 Lokasi di Tasikmalaya. Foto: NewsTasikmalaya.com/Kristian

Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadan, terus mendorong percepatan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) permanen di Kota Tasikmalaya.

Upaya tersebut menguat setelah pertemuan antara Viman dan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta Pusat, pada Selasa (14/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Kota Tasikmalaya diminta untuk mempercepat proses pengadaan lahan serta pembangunan Sekolah Rakyat yang semula direncanakan pada 2027, dimajukan menjadi akhir 2026.

“Awalnya pembangunan direncanakan tahun 2027 dengan pengadaan lahan di 2026. Namun setelah pertemuan dengan Pak Menteri Sosial, kita upayakan pembangunan bisa dimulai akhir 2026, sementara pengadaan lahan dilakukan dari sekarang hingga akhir tahun ini,” ujar Viman saat ditemui di Kecamatan Tawang, Jumat (17/4/2026).

Meski demikian, Viman menegaskan bahwa percepatan tersebut tetap harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar tidak melanggar aturan yang berlaku.

Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat permanen membutuhkan lahan seluas sekitar 7,5 hektare dengan estimasi anggaran pengadaan lahan mencapai Rp7,5 miliar.

“Nantinya, pembangunan Sekolah Rakyat ini akan didukung anggaran dari pemerintah pusat sekitar Rp250 miliar untuk menampung kurang lebih 300 siswa,” jelasnya.

Menurut Viman, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat menjadi bagian dari upaya intervensi kemiskinan yang menjadi prioritas pemerintah pusat melalui Kemensos.

“Program ini merupakan prioritas, sehingga kita dorong sebagai bagian dari program strategis nasional,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya telah melakukan peninjauan terhadap delapan titik lokasi yang diproyeksikan sebagai lahan pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

“Ada delapan titik yang sudah kami tinjau. Selanjutnya akan dianalisis oleh Kementerian PUPR untuk menentukan lokasi yang paling sesuai,” ungkapnya.

Viman juga menambahkan bahwa percepatan ini didukung oleh keberadaan Sekolah Rakyat rintisan yang sudah lebih dulu hadir di Kota Tasikmalaya, tepatnya di wilayah Kecamatan Mangkubumi.

Ia menegaskan bahwa Kota Tasikmalaya menjadi satu-satunya daerah di Priangan Timur yang telah memiliki Sekolah Rakyat rintisan.

“Di Priangan Timur, Kota Tasikmalaya sudah memiliki rintisan. Kabupaten Tasikmalaya belum ada rintisan, sementara Garut sudah memiliki rintisan,” pungkasnya.

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement