Ikuti Kami :

Disarankan:

13 Siswa SD di Singaparna Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis

Jumat, 17 Oktober 2025 | 15:08 WIB
Watermark
13 Siswa SD di Singaparna Diduga Keracunan Menu Makan Bergizi Gratis.

Kasus dugaan keracunan akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa para siswa SDN Margamulya, Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, pada Jumat (17/10/2025).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kasus dugaan keracunan akibat konsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa para siswa SDN Margamulya, Desa Cikunir, Kecamatan Singaparna, pada Jumat (17/10/2025).

Sedikitnya 13 siswa dari kelas 4, 5, dan 6 dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu nasi goreng dan ayam goreng yang disediakan oleh Dapur SPPG Singaparna.

Guru PJOK SDN Margamulya, Eddy Prasetyo, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika para guru membagikan makanan MBG ke seluruh kelas. Namun, sebelum dilakukan pengecekan terhadap kondisi makanan, sejumlah siswa telah lebih dulu mengonsumsinya.

“Biasanya kita cek kondisi dulu sebelum dibagikan ke peserta didik, tapi ada instruksi untuk menu MBG supaya langsung dimakan dan beberapa anak ada yang sudah makan,” ujar Eddy kepada wartawan.

Eddy menambahkan, menu yang dibagikan untuk kelas 1, 2, dan 3 sempat ditarik kembali oleh para guru setelah mereka menyadari kondisi makanan yang dianggap tidak layak.

“Nasi goreng, ayam goreng, sayuran, dan buah. Nah, untuk yang bau itu pada nasi, kondisinya sudah benyek. Data sementara ada 13 anak yang ditindaklanjuti,” jelasnya.

Siswa yang mengalami gejala mual dan muntah segera mendapatkan penanganan dari tenaga medis Puskesmas yang datang ke sekolah.

Sementara itu, Camat Singaparna, Tono Hoeruman, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia memastikan seluruh siswa yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis.

“Berdasarkan informasi awal, yang telah memakan makanan tadi kurang lebih berasal dari kelas 4, 5, dan 6. Jadi yang 13 orang tadi dari kelas tersebut. Untuk kelas 1, 2, dan 3, begitu ada indikasi makanan tidak layak, langsung tidak disarankan untuk dikonsumsi,” terang Tono.

Menurut Tono, sebagian besar siswa yang sempat mengalami gejala keracunan sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Tadi sebagian besar sudah dikembalikan ke rumah masing-masing, dan kita juga terus memantau jika ada perkembangan lain,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement