Ikuti Kami :

Disarankan:

1.503 Mahasiswa UNIGA Dilepas untuk KKN di 74 Desa, Bupati Garut: Saatnya Mengabdi dan Belajar dari Masyarakat

Selasa, 05 Agustus 2025 | 19:13 WIB
1.503 Mahasiswa UNIGA Dilepas untuk KKN di 74 Desa, Bupati Garut: Saatnya Mengabdi dan Belajar dari Masyarakat
1.503 Mahasiswa UNIGA Dilepas untuk KKN di 74 Desa, Bupati Garut: Saatnya Mengabdi dan Belajar dari Masyarakat. Foto: Diskominfo Garut

Sebanyak 1.503 mahasiswa Universitas Garut (UNIGA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2025, yang akan berlangsung di 74 desa di wilayah Kabupaten Garut.

GARUT, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 1.503 mahasiswa Universitas Garut (UNIGA) resmi diberangkatkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun 2025, yang akan berlangsung di 74 desa di wilayah Kabupaten Garut. Upacara pelepasan berlangsung di Lapangan Gedung B Kampus I UNIGA, Jalan Prof. K.H. Cecep Syarifuddin No. 52 A, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (5/8/2025).

Kegiatan yang melibatkan pula 148 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) ini tersebar di tujuh kecamatan, yakni Leles, Kadungora, Limbangan, Cibatu, Pangatikan, Karangtengah, dan Sukawening. KKN Tematik ini menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat yang bertujuan memperkuat keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan desa secara langsung.

Dalam sambutannya, Bupati Garut, Dr. H. Abdusy Syakur Amin, M.Si., menyampaikan bahwa KKN merupakan momentum strategis bagi mahasiswa untuk mempraktikkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, sekaligus belajar beradaptasi dengan dinamika sosial di masyarakat.

"KKN adalah kesempatan emas untuk berinteraksi langsung dengan warga, memahami kebutuhan mereka, dan membuktikan kontribusi nyata dari ilmu yang telah dipelajari," ujar Bupati Syakur.

Ia menegaskan bahwa melalui KKN, mahasiswa ditantang menjadi pelopor perubahan positif di lingkungan desa. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi proses pendidikan yang diterapkan di UNIGA, baik oleh mahasiswa maupun para dosen pembimbing.

“Di lapangan, kalian akan tahu apa ekspektasi masyarakat terhadap seorang sarjana. Ini kesempatan luar biasa untuk mengukur kesiapan sebagai lulusan yang adaptif dan solutif,” tambahnya.

Bupati juga menggarisbawahi pentingnya kemampuan berkomunikasi dan kolaborasi lintas latar belakang sosial. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjalin hubungan dengan masyarakat yang sebelumnya belum dikenal, serta bekerja dalam tim yang terdiri dari individu yang berbeda-beda.

“Ini pengalaman berharga, bagaimana kalian mampu menjalin kerja sama, memahami karakter warga desa, dan membangun kepercayaan dari masyarakat,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Garut mengapresiasi inisiatif UNIGA dalam menyebarkan semangat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui program KKN. Diharapkan, kehadiran mahasiswa dapat memberikan nilai tambah dalam pembangunan desa sekaligus memperkuat karakter dan empati sosial mahasiswa.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement