Ikuti Kami :

Disarankan:

16 Juru Masak MBG Ciamis Ikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Profesi

Minggu, 02 November 2025 | 16:18 WIB
16 Juru Masak MBG Ciamis Ikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Profesi
16 Juru Masak MBG Ciamis Ikuti Pelatihan dan Uji Sertifikasi Profesi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Sebanyak 16 juru masak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi kuliner yang digelar di Ruang Praktik Tata Boga SMKN 1 Ciamis, Sabtu (1/11/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 16 juru masak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ciamis mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi kuliner yang digelar di Ruang Praktik Tata Boga SMKN 1 Ciamis, Sabtu (1/11/2025).

Kegiatan ini digagas oleh Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya bekerja sama dengan LPK Gemilang Cita Nusantara, LSP Mutu Wisata, dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Pelatihan berlangsung selama dua hari, terdiri atas sesi teori dan praktik pada hari pertama, serta uji kompetensi sertifikasi pada Minggu (2/11/2025). 

Program ini menjadi langkah konkret untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja kuliner, khususnya bagi para chef dapur MBG yang belum memiliki sertifikat profesi.

Pimpinan LPK Gemilang Cita Nusantara, Husnul Chotimah, S.Pd., menegaskan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja kuliner agar keahlian mereka diakui secara profesional.

“Kemampuan dan skill SDM akan lebih berharga jika ditunjang dengan sertifikasi. Pelatihan ini kami adakan agar peserta bisa mendapat rekomendasi dari chef penguji dan nantinya memperoleh sertifikat dari BNSP,” ujar Husnul.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat pembekalan teori dan praktik mulai dari penerapan SOP dapur, food safety, teknik pengolahan bahan baku, hingga penyimpanan bahan makanan sesuai standar industri.

Chef profesional sekaligus instruktur pelatihan, Chef Neni, A.Md.Par., S.E., M.M., menekankan pentingnya pemahaman terhadap teknik pengolahan dan penyimpanan bahan pangan.

“Setiap bahan memiliki perlakuan berbeda. Ayam harus dimasak matang sempurna, sedangkan sayuran cukup setengah matang agar gizinya tidak hilang. Bahan beku disimpan di suhu -10 hingga -21 derajat, sementara bahan segar di suhu 0 hingga 5 derajat,” jelasnya.

Selain itu, peserta juga berlatih melakukan monitoring suhu harian pada chiller dan freezer untuk menjaga keamanan pangan. Chef Neni berharap kegiatan ini mendorong juru masak MBG terus meningkatkan profesionalisme.

“Harapannya, seluruh SDM di dapur MBG memiliki kompetensi sesuai posisinya. Karena peralatan dan prosedur kini sudah distandarkan pemerintah, SDM-nya pun harus mengikuti standar tersebut,” tutupnya.

Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk komitmen IJTI dalam mendukung peningkatan kualitas SDM daerah sekaligus membantu pemerintah menjalankan program MBG.

“Pelatihan dan sertifikasi ini kami prioritaskan bagi para chef yang belum tersertifikasi. Untuk tahap pertama kami batasi satu kelas maksimal 20 peserta, dan kali ini ada 16 orang yang ikut,” ungkapnya.

Menurut Yosep, kegiatan ini merupakan komitmen IJTI untuk ikut berperan aktif dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang kuliner dan dapat memberikan kemudahan bagi juru masak di dapur MBG untuk memperoleh sertifikasi profesi.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement