TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com — Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025–2026 di SMA Negeri 5 Tasikmalaya telah selesai diikuti sebanyak 504 siswa baru. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai Senin hingga Jumat (14–18 Juli 2025), digelar di halaman sekolah dengan antusiasme tinggi.
Plt Kepala SMA Negeri 5 Kota Tasikmalaya, M.E. Suhartono, S.Sos., M.Pd., menjelaskan bahwa MPLS tahun ini difokuskan pada penanaman dan penumbuhan karakter khas Sunda, yakni Pancawaluya. Program ini mengacu pada arahan Gubernur Jawa Barat dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat.
"Sehingga dalam program kegiatannya pun kita harus berkolaborasi dengan pihak TNI-Polri. Jadi tiap hari dari TNI-Polri ada pendampingan ke kita, ya minimal mereka membariskan, menyiapkan anak-anak supaya anak-anak lebih dispilin lagi," kata Suhartono saat ditemui, Jumat (18/7/2025) siang.
Ia menyebutkan, keterlibatan TNI dan Polri menghadirkan materi berbeda namun memiliki tujuan yang sama, yakni pembentukan karakter dan kedisiplinan siswa.
"Hari Selasa itu full dari TNI untuk menanamkan karakter tata cara upacara dan lain sebagainya. Lalu di hari berikutnya dari Polri di mana untuk tertib berlalu lintas, narkoba, dan hal-hal yang berhubungan dengan kepolisian ketertiban umum," ucapnya.
Selain kegiatan pembinaan karakter, siswa juga diajak mengikuti aksi peduli lingkungan melalui kegiatan ekologi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, berupa aksi bersih-bersih di kawasan sarana olahraga Dadaha.
"Kenapa pertimbangannya ke Dadaha? Karena kita sering menggunakannya untuk olahraga anak-anak di sana, masa fasilitas yang sering dipergunakan tidak kita pelihara," ujarnya.
Suhartono menambahkan bahwa kehadiran TNI dan Polri menjadi pembeda utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya.
"Karena menumbuhkan karakter. Kalau di tahun kemarin kita MPLS itu lebih ke pengenalan lingkungan sekolah, wawasan mandala, kalau sekarang lebih ke penumbuhan karakter dan disiplin," jelasnya.
Di hari terakhir MPLS, siswa baru diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang tersedia di sekolah.
"Demo ekstrakurikuler ini bertujuan untuk menarik siswa baru untuk bergabung dengan ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat mereka," ungkapnya.
SMA Negeri 5 Tasikmalaya mencatatkan jumlah siswa baru sebanyak 504 orang yang telah dibagi ke dalam rombongan belajar (rombel), dengan setiap kelas diisi oleh 42 siswa.
"Tahap selanjutnya penguatan pembinaan karakter akan tingkatkan melalui kegiatan kepramukaan yang bekerja sama dengan Brigif. Rencana kerjasama dengan brigif masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi, rencana paling telat Agustus," pungkasnya.