Ikuti Kami :

Disarankan:

75 Siswa Mulai Jalani MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Tasikmalaya, Orang Tua: Terima Kasih Sangat Terbantu

Selasa, 07 Oktober 2025 | 14:51 WIB
Watermark
75 Siswa Mulai Jalani MPLS di Sekolah Rakyat Terintegrasi Kota Tasikmalaya, Orang Tua: Terima Kasih Sangat Terbantu. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K.

Sebanyak 75 siswa diantar orang tuanya ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (7/10/2025) pagi. Dari jumlah tersebut, 50 siswa merupakan tingkat SMP dan 25 lainnya tingkat SD.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebanyak 75 siswa diantar orang tuanya ke Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya untuk mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Selasa (7/10/2025) pagi. Dari jumlah tersebut, 50 siswa merupakan tingkat SMP dan 25 lainnya tingkat SD.

Suasana penuh haru dan doa menyelimuti SR Terintegrasi 41 Kota Tasikmalaya yang baru saja diresmikan oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan bersama Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan.

Mereka yang bersekolah di SR Terintegrasi 41 berasal dari keluarga kurang mampu di 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya. Para siswa ini masuk dalam kategori desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) atau kelompok miskin ekstrem.

Orang tua siswa, Istiqomah (38), warga Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, mengaku bahagia karena anaknya, Muhammad Fajril, akhirnya bisa kembali melanjutkan pendidikan.

"Alhamdulilah senang sekali, anak saya bisa berpendidikan seperti yang lainnya. Kalau di rumah kan susah disuruh-suruh, jadi ini keinginan sendiri ingin sekolah," ujar Istiqomah di lokasi.

Istiqomah, yang berjuang menghidupi anaknya seorang diri, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena seluruh biaya ditanggung pemerintah.

"Kelas 4 seharusnya sekarang, sekarang dimasukin kelas 2, karena belum bisa apa-apa. Alhamdulilah semuanya gratis. Saya juga gak punya apa-apa," ungkapnya.

Ia menegaskan, kehadiran SR membantu meringankan beban pembiayaan pendidikan anaknya.

"Kebetulan saya sama suami udahan, saya gak bisa kerja, di rumah saja. Adanya ini sangat terbantu," tuturnya.

Istiqomah juga menceritakan bahwa anaknya bisa melanjutkan sekolah berkat masuknya ia sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

"Dari pembimbing PKH, saya kan termasuk PKH, saya daftar, Alhamdulilah lolos. Saya harap anaknya bisa belajar dengan giat, yang mudah-mudahan bisa merubah nasib keluarga," harapnya.

Hal senada diungkapkan Ai Sri (50), warga Kelurahan Sukalaksana, Kecamatan Bungursari. Ia mengaku sangat bersyukur anak bungsunya, EA, kini bisa bersekolah di Sekolah Rakyat setelah sempat kehilangan semangat belajar.

"Alhamdulilah bersyukur banget, Sekolah Rakyat akhirnya ada di Kota Tasikmalaya," ucap Ai Sri dengan nada terharu.

Ai menuturkan, anaknya mulai menunjukkan perubahan sikap setelah kepergian sang ayah.

"Sekolah sudah sering bolos, sekolah agama nggak mau, mengaji nggak mau. Ibaratnya mulai bandel lah. Nah pas ada Sekolah Rakyat ini, dia tertarik. Dia bilang mau, sok mamah jualan aja di rumah, Ade mau tinggal di asrama," jelasnya.

Ai kini bertahan hidup dengan berjualan makanan dan menitipkan dagangannya ke warung-warung.

"Saya antara senang dan sedih, tapi nggak apa-apa, mudah-mudahan saja dia betah belajar di sini," tandasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement