Ikuti Kami :

Disarankan:

Agun Gunandjar Gaungkan P5HAM di Ciamis, Jurnalis Diminta Jadi Penggerak Kesadaran HAM

Senin, 06 Oktober 2025 | 13:43 WIB
Watermark
Agun Gunandjar Gaungkan P5HAM di Ciamis, Jurnalis Diminta Jadi Penggerak Kesadaran HAM. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin.

Anggota Komisi III DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menggandeng Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat untuk menggelar sosialisasi dan implementasi P5HAM di Aula Hotel Tyara Plaza Ciamis, Senin (6/10/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Anggota Komisi III DPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, menggandeng Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Barat untuk menggelar sosialisasi dan implementasi P5HAM di Aula Hotel Tyara Plaza Ciamis, Senin (6/10/2025). 

P5HAM merupakan singkatan dari Penghormatan, Perlindungan, Pemenuhan, Penegakan, dan Pemajuan Hak Asasi Manusia. Kegiatan ini dihadiri berbagai elemen, mulai dari pejabat daerah, DPRD Ciamis, organisasi masyarakat, hingga insan pers.

"Tujuan dari kegiatan ini jelas, memperkuat pemahaman publik soal HAM dan mendorong penerapan prinsip kemanusiaan dalam pembangunan daerah,"ungkap Agun dalam sambutannya.

Agun menyoroti pentingnya kesadaran HAM sebagai pondasi kehidupan bernegara. Ia menyebut, istilah "kesadaran hukum" sudah akrab di telinga masyarakat, namun kesadaran HAM justru sering luput.

"Padahal ini sangat fundamental, menyangkut kemanusiaan dan martabat manusia," ujarnya.

Ia juga menegaskan peran strategis media dalam membangun kesadaran publik. Menurutnya, jurnalis adalah ujung tombak penyebaran nilai-nilai kemanusiaan.

"Masih banyak hak masyarakat yang belum terpenuhi. Jurnalis punya tanggung jawab besar untuk mengangkat isu-isu itu,"kata dia menambahkan.

Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Ciamis, Arief Cahya Maulana mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai P5HAM sangat relevan dengan upaya membangun pemerintahan yang adil dan berpihak pada rakyat.

“Banyak persoalan HAM di sekitar kita. Maka pemahaman soal P5HAM harus terus ditingkatkan,” katanya.

Ia berharap peserta sosialisasi bisa menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing. Tak hanya masyarakat, aparatur pemerintah juga dituntut memahami dan mengimplementasikan prinsip HAM dalam tugas sehari-hari.

“Kegiatan seperti ini harus berkelanjutan. Nilai-nilai HAM harus tertanam dalam budaya kerja aparatur dan kehidupan sosial masyarakat,” tegasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement