TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan beredarnya video dugaan penganiayaan dan perundungan terhadap seorang remaja perempuan di bawah umur. Insiden tersebut terjadi di salah satu kampung di Desa Margaluyu, Kecamatan Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dan viral setelah tersebar di berbagai platform media sosial.
Korban berinisial LK (16), warga Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, telah melaporkan kejadian tersebut ke Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota pada Sabtu (6/12/2025) siang. Menindaklanjuti laporan itu, Unit Identifikasi Satreskrim melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pada Sabtu sore, memeriksa sejumlah saksi, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Keterangan Warga: Empat Perempuan Terlihat Sebelum Aksi Viral
Salah seorang warga, Dedi, mengaku baru mengetahui adanya insiden tersebut setelah polisi datang ke kampungnya. "Saya gak tau itu, baru tau setelah ada pihak kepolisian kesini," ujar Dedi saat ditemui di lokasi.
Meski demikian, Dedi mengaku sempat melihat empat perempuan berjalan kaki sekira pukul 11.30 WIB.
"Lihat ada empat perempuan. Soalnya saya di sana di warung, saya lagi di warung, ini mereka dari mana gitu, itu pukul 11.30 WIB," ucapnya.
Dari empat perempuan yang dilihatnya, salah satunya mengenakan pakaian merah yang mirip dengan yang terlihat dalam video viral tersebut.
"Itu lihat pake pakaian merah. Saya juga kalau tidak lihat di HP itu mungkin gak akan tau bahwa itu udah melakukan perundungan, itu seksi memang, ada yang pake rok pendek juga. Bahkan mereka mampir jajan ke warung, jajan es, berangkat lagi," jelasnya.
Dedi menuturkan bahwa ia tidak mendengar adanya keributan apa pun. Lokasi gubuk milik warga bernama Pak Daru yang dipakai para pelaku untuk melakukan aksi kekerasan juga berada cukup jauh dari permukiman.
"Saya tidak mendengar ada keributan, karena saya lagi di warung. Itu saya lihat empat orang, kayanya yang dianiaya masih di gubuk, gak tau jalannya beda sama mereka. Itu jalan kaki. Itu mereka mau ke arah pulang kayanya," ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa warga sekitar tidak mengenali para perempuan yang diduga menjadi pelaku dalam video tersebut.
"Gak tau itu orang mana, itu bukan orang sini, kalau orang sini pasti kenal," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas para pelaku dan memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum, selama, dan setelah tindakan penganiayaan tersebut dilakukan.