Ikuti Kami :

Disarankan:

Aksi Ugal-ugalan di Pantai Pangandaran, Pengemudi Fortuner Nyaris Diamuk Massa

Selasa, 06 Januari 2026 | 07:25 WIB
Watermark
Aksi Ugal-ugalan di Pantai Pangandaran, Pengemudi Fortuner Nyaris Diamuk Massa.

Seorang perempuan pengendara mobil nyaris menjadi sasaran amuk massa setelah melakukan aksi ugal-ugalan di kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran, Senin (5/1/2026) siang.

PANGANDARAN, NewsTasikmalaya.com – Seorang perempuan pengendara mobil nyaris menjadi sasaran amuk massa setelah melakukan aksi ugal-ugalan di kawasan Objek Wisata Pantai Pangandaran, Senin (5/1/2026) siang. Peristiwa ini sempat memicu kepanikan wisatawan dan warga sekitar sebelum akhirnya berhasil diredam aparat kepolisian.

Insiden tersebut melibatkan sebuah mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan perempuan berinisial F (41), warga asal Bandung. Berdasarkan keterangan warga dan rekaman video amatir yang beredar, pengemudi melaju secara membahayakan pengguna jalan lain.

Ketegangan meningkat ketika sejumlah warga berusaha menghentikan laju kendaraan. Namun, bukannya berhenti, pengemudi justru mencoba kabur dari kepungan massa. Aksi tersebut memicu kemarahan warga hingga terjadi kejar-kejaran.

Upaya pelarian itu akhirnya terhenti setelah kendaraan berhasil dihadang warga bersama petugas kepolisian yang tiba di lokasi. Situasi sempat memanas, namun aparat bergerak cepat mengamankan pengemudi guna mencegah tindakan anarkis dari massa yang tersulut emosi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain berkendara secara ugal-ugalan, pengemudi juga dilaporkan tidak membayar sejumlah transaksi layanan publik berupa penginapan hotel, pengisian bahan bakar minyak (BBM) di SPBU, sewa motor ATV, hingga bill rumah makan.

Plt. Kasi Humas Polres Pangandaran, Aiptu Yusdiana, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihak kepolisian telah mengamankan pengemudi beserta kendaraan untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

“Ya, benar. Anggota Polres Pangandaran mengamankan seorang perempuan pengemudi mobil Fortuner yang dikendarai secara ugal-ugalan,” kata Aiptu Yusdiana.

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sementara, pengemudi diduga mengalami gangguan kesehatan mental atau depresi. Dugaan tersebut muncul setelah polisi menerima sejumlah informasi terkait perilaku pengemudi selama berada di Pangandaran.

“Dari informasi yang kami dapat, pelaku juga tidak membayar sejumlah transaksi fasilitas layanan umum, serta kondisi kesehatan pelaku diduga mengalami depresi,” ujar Yusdiana.

Saat ini, pengemudi dan kendaraan telah diamankan di Mako Polres Pangandaran untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga berkoordinasi dengan dinas terkait untuk memeriksa kondisi psikis yang bersangkutan serta menjalin komunikasi dengan pihak keluarga di Bandung.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement