Ikuti Kami :

Disarankan:

Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Tasikmalaya Jadi Titik Tersibuk Ketiga di Wilayah Daop 2 Bandung

Minggu, 15 Maret 2026 | 23:04 WIB
Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Tasikmalaya Jadi Titik Tersibuk Ketiga di Wilayah Daop 2 Bandung
Angkutan Lebaran 2026, Stasiun Tasikmalaya Jadi Titik Tersibuk Ketiga di Wilayah Daop 2 Bandung.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat adanya lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 hingga 15 Maret.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung mencatat adanya lonjakan mobilitas masyarakat yang sangat tinggi selama lima hari pertama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 hingga 15 Maret.

Dalam periode tersebut, Stasiun Tasikmalaya mengukuhkan posisinya sebagai stasiun tersibuk ketiga di wilayah Daop 2, tepat berada di bawah Stasiun Bandung dan Stasiun Kiaracondong dalam hal volume penumpang.

Berdasarkan data statistik yang dirilis, Stasiun Bandung menempati urutan pertama jumlah pelanggan berangkat tertinggi dengan total 23.252 orang, disusul Stasiun Kiaracondong sebanyak 20.054 pelanggan, dan Stasiun Tasikmalaya dengan 5.165 pelanggan.

Sementara itu, dari sisi kedatangan, Stasiun Tasikmalaya juga menjadi stasiun tujuan favorit ketiga dengan jumlah pelanggan turun mencapai 7.879 orang selama lima hari tersebut.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa tingginya angka pergerakan masyarakat di wilayah Tasikmalaya menjadi perhatian khusus bagi manajemen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. 

"Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat yang cukup signifikan di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya selama periode Angkutan Lebaran tahun ini," ungkap Kuswardojo saat memberikan keterangan pada Minggu (15/3/2026) malam.

Menurut Kuswardojo, tren positif ini menjadi bukti nyata bahwa kereta api semakin mendapatkan kepercayaan tinggi dari masyarakat sebagai moda transportasi pilihan untuk perjalanan jarak jauh. 

Keunggulan dari sisi keamanan, kenyamanan, serta ketepatan waktu menjadi faktor utama warga Priangan Timur memilih transportasi berbasis rel ini dibandingkan moda transportasi lainnya.

Sebagai respons atas pertumbuhan mobilitas yang pesat tersebut, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memperluas aksesibilitas layanan bagi warga di pelosok daerah. Salah satu realisasi dari komitmen tersebut adalah penambahan layanan pemberhentian kereta api di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

"Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan memberikan kemudahan akses perjalanan bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya dengan memberhentikan KA Serayu di Stasiun Rajapolah untuk melayani naik dan turun penumpang mulai 14 Maret 2026," pungkas Kuswardojo.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement