TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang warga menemukan bahan bakar minyak (BBM) yang diduga tercampur air setelah mengisi di salah satu SPBU di Kota Tasikmalaya. Dalam video yang ramai beredar di Facebook dan Instagram tersebut, tampak seorang pria memperlihatkan botol berisi cairan menyerupai air yang dikuras dari tangki motornya.
Pria yang diduga sebagai pemilik kendaraan itu terdengar mengeluhkan kondisi BBM yang tampak berbeda dari biasanya.
“Kumaha ieu, maenya bensin kieu warna na? (Gimana ini, masa bensin gini warnanya),” ujarnya dalam video yang direkam pada Sabtu (1/11/2025) malam.
Seorang perempuan yang diduga sebagai perekam video menanyakan apakah banyak kendaraan yang mengisi BBM di SPBU tersebut. “Banyak,” jawab pria itu singkat.
Ia mengaku geram karena motor yang baru diisi BBM jenis Pertalite di SPBU 34.46109 Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelurahan Padayungan, Kecamatan Cihideung, mendadak mogok setelah pengisian.
“Kumaha ieu motor kot nepi ka mogok (Gimana ini motor sampai mogok),” keluhnya.
Video tersebut sontak mengundang beragam komentar dari netizen. Sebagian besar mempertanyakan lokasi SPBU yang dimaksud, sementara lainnya mendesak agar pihak pengelola bertanggung jawab.
“Wah parah eta mah kudu menta ganti ku motor anyar (Wah parah, harus minta ganti motor baru),” tulis salah seorang pengguna media sosial.
Menanggapi kejadian tersebut, pada Senin (3/11/2025), tim Pertamina Tasikmalaya bersama Satuan Tipidter Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota serta UPT Metrologi Legal Dinas KUMKM Perindag melakukan pemeriksaan langsung di SPBU 34.46109 guna memastikan penyebab insiden tersebut.
Sales Brand Manager Pertamina wilayah Tasikmalaya hingga Pangandaran, Faizal Fahd, membenarkan bahwa pihaknya menemukan adanya kandungan air di tangki penyimpanan BBM jenis Pertalite di SPBU tersebut.
“Kami melakukan penutupan sementara penyaluran Pertalite di jalur motor ini dengan menanggapi keluhan dan membuka posko aduan kepada masyarakat,” ujar Faizal kepada wartawan.
Ia menjelaskan, insiden ini bukan disebabkan oleh kelalaian petugas, melainkan adanya malfungsi pada sistem penyimpanan akibat hujan deras yang terjadi pada Sabtu malam.
“SPBU ini mengalami malfungsi pada bagian penyimpanan. Dan benar, pas kita cek di bagian Pertalite memang tercampur air,” ungkapnya.
Faizal juga menjelaskan perbedaan kondisi antara BBM untuk sepeda motor dan kendaraan roda empat di SPBU tersebut.
“Penyebabnya dikarenakan adanya perbedaan instalasi pipa, di mana instalasi ke pompa atau dispenser bagian motor dan mobil terdapat perbedaan,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pertamina membuka posko pengaduan di SPBU Perintis bagi masyarakat yang merasa dirugikan akibat mengisi Pertalite tercampur air.
“Bagi konsumen yang terlanjur mengisi bisa langsung ke SPBU Perintis 34.46109. Kita buka posko aduan konsumen, dan biaya yang timbul bisa langsung diganti,” terangnya.
Faizal juga menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut dan berkomitmen memperbaiki sistem agar insiden serupa tidak terulang.
“Kami dari Pertamina menyatakan permohonan maaf kepada semua konsumen yang telah melakukan pengisian Pertalite di SPBU Perintis,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Metrologi Legal Dinas KUMKM Perindag Kota Tasikmalaya, Yana Mulyana, menjelaskan bahwa pihaknya hanya berperan dalam pengukuran dan memastikan aspek kuantitas BBM.
“Secara kuantitas, kami membantu memastikan dari mana kejadian ini sebenarnya,” tegas Yana.
Terkait jumlah pasti kandungan air dalam BBM, Yana menyebutkan belum bisa ditentukan secara akurat.
“Karena dari satu liter kemudian digunakan lagi dan kita naikkan, semakin sering semakin ke atas. Dari analisanya belum ada persentasenya,” pungkasnya.