TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Bengkel las milik warga bernama Anang yang berlokasi di Jalan Mashudi, Kelurahan Muyasari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, dilalap api pada Sabtu (19/7/2025) malam. Kebakaran terjadi sekira pukul 18.30 WIB dan menghanguskan bangunan beserta sejumlah peralatan.
Petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya bersama BPBD, PSC Dinkes, Tagana, dan aparat TNI-Polri segera dikerahkan ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.
Pemilik bengkel, Anang, mengatakan bahwa dirinya mengetahui peristiwa itu setelah diberi tahu oleh tetangganya usai salat Magrib.
"Ini milik saya, ini yang kebakar bengkel las. Saya tadi dapat laporan dari tetangga habis magrib. Hunian saya kan diketok-ketok oleh tetangga, pas dibuka ternyata udah meledak, udah semua hangus," ungkapnya.
Anang menduga kebakaran dipicu oleh korsleting listrik, mengingat saat kejadian bengkel sedang tidak beroperasi.
"Dugaan dari listrik, karena tidak tengah beroperasi bengkel las," jelasnya.
Selain bangunan, dua unit sepeda motor yang berada di dalam bengkel juga ikut terbakar, salah satunya milik konsumen.
"Kendaraan roda dua ikut terbakar, satu milik konsumen, peralatan las habis. Kerugian bengkelan las aja Rp 30 juta, belum lagi motor dua, kira-kira Rp 40 juta kerugian," tambah Anang.

Sementara itu, petugas Damkar Kota Tasikmalaya, Fikri Fauzi Maulana, menyebutkan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pukul 18.45 WIB. Bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu serta keberadaan bahan kimia mempercepat penyebaran api.
"Ini bengkel las. Untuk dugaan sih dari mesin yang korslet yang panas lalu menyambar ke daerah sekitarnya, karena itu kan ada kayu, ada motor, ada bahan-bahan kimia," ujar Fikri.
Untuk proses pemadaman, dua unit mobil damkar dan satu unit tangki air milik BPBD diterjunkan ke lokasi.
"Kita kerahkan dua unit pemadam, ada juga satu unit tangki air dari BPBD. Api alhamdulillah gak merembet ke yang lain," katanya.
Fikri memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Proses pemadaman berlangsung cepat, hanya sekitar 10 menit, disusul dengan pendinginan selama delapan menit.
"Alhamdulillah tidak korban jiwa. Kita sampai 18.50, pemadam 10 menit, pendinginan 8 menit. Kendala tidak ada," tandasnya.