Ikuti Kami :

Disarankan:

Beri Raport Merah, PC PMII Kota Tasikmalaya Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Wali Kota

Kamis, 09 April 2026 | 19:59 WIB
Watermark
Beri Raport Merah, PC PMII Kota Tasikmalaya Desak DPRD Gunakan Hak Interpelasi Terhadap Wali Kota. Foto: Kristian.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD dan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (9/4/2026) sore. Aksi ini merupakan bentuk evaluasi kritis terhadap kinerja birokrasi yang dinilai gagal selama satu tahun terakhir.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Tasikmalaya menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Gedung DPRD dan Kantor Bale Kota Tasikmalaya, Kamis (9/4/2026) sore. Aksi ini merupakan bentuk evaluasi kritis terhadap kinerja birokrasi yang dinilai gagal selama satu tahun terakhir.

Meski di tengah guyuran hujan deras yang disertai angin kencang dan petir, massa aksi tetap konsisten menyampaikan orasinya di titik pertama, yakni Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Usai melakukan orasi di sana, mahasiswa bergerak menuju Bale Kota dan disambut oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goparullah.

Korlap aksi, Abdul Aziz, menegaskan bahwa kedatangan mereka membawa misi evaluasi total terhadap kepemimpinan Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta kinerja DPRD Kota Tasikmalaya.

"Kegagalan daerah terlihat jelas dari kualitas pelayanannya hari ini. Kami menyoroti buruknya komunikasi antara Pemkot Tasikmalaya dan DPRD. Ketidakharmonisan ini berimbas langsung kepada masyarakat yang menanggung segala permasalahannya," ujar Abdul Aziz di tengah aksi.

PMII membeberkan sejumlah persoalan krusial yang dianggap jalan di tempat, mulai dari bencana banjir yang terus berulang, kondisi anggaran daerah yang carut-marut, hingga kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang masih terjadi di berbagai lini. Selain itu, masalah kemiskinan juga menjadi poin penting dalam tuntutan mereka.

Atas dasar tumpukan persoalan tersebut, PC PMII mendesak DPRD Kota Tasikmalaya untuk bertindak tegas dan tidak tinggal diam.

"DPRD semestinya segera menggunakan hak interpelasi untuk meminta keterangan kepada Wali Kota terkait sejumlah persoalan yang ada. Jangan sampai komunikasi yang buruk antara eksekutif dan legislatif terus membiarkan masalah rakyat terbengkalai," tegas Aziz.

Secara spesifik, PC PMII memberikan "Raport Merah" kepada Wali Kota Viman Alfarizi Ramadan dan Wakil Wali Kota Diky Candra. Di mata mahasiswa, selama satu tahun menjabat, tidak ada perkembangan signifikan yang dirasakan oleh publik.

"Penilaian kami cukup jelas. Selama setahun ini, mereka gagal hadir sebagai solusi atas keluhan rakyat. Tidak ada gebrakan yang berarti, sehingga raport merah layak diberikan atas stagnansi pembangunan di Kota Tasikmalaya," pungkasnya.

Aksi sempat memanas saat mahasiswa meminta kepastian komitmen dari pihak legislatif dan eksekutif, namun situasi tetap terkendali di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian hingga massa membubarkan diri.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement