Ikuti Kami :

Disarankan:

BNN Kota Tasikmalaya Lampaui Target Rehabilitasi Narkoba Sepanjang 2025, Layani Puluhan Klien hingga Warga Binaan Lapas

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:05 WIB
Watermark
BNN Kota Tasikmalaya Lampaui Target Rehabilitasi Narkoba Sepanjang 2025, Layani Puluhan Klien hingga Warga Binaan Lapas. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru

Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya mencatat capaian positif dalam pelaksanaan program rehabilitasi penyalahguna narkotika sepanjang tahun 2025.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya mencatat capaian positif dalam pelaksanaan program rehabilitasi penyalahguna narkotika sepanjang tahun 2025. Melalui Seksi Rehabilitasi, BNN Kota Tasikmalaya tidak hanya berhasil memenuhi target, tetapi juga melampauinya dalam beberapa layanan strategis, mulai dari rehabilitasi rawat jalan, pascarehabilitasi, hingga intervensi berbasis masyarakat.

Rehabilitasi menjadi salah satu faktor krusial dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkotika. Selain berfungsi memulihkan penyalahguna, program ini juga bertujuan mencegah mereka terjerumus lebih dalam menjadi pecandu serta menekan risiko kambuh kembali atau relapse.

Sepanjang tahun 2025, Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya menargetkan pelayanan rehabilitasi rawat jalan bagi 20 klien. Namun hingga akhir tahun, realisasi pelayanan justru mencapai 21 klien penyalahguna narkoba yang berasal dari wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Berdasarkan data wilayah, sebanyak 16 klien berasal dari Kota Tasikmalaya dan 5 klien dari Kabupaten Tasikmalaya. Dari sisi jenis kelamin, mayoritas klien adalah laki-laki dengan jumlah 19 orang, sementara perempuan tercatat sebanyak 2 orang.

“Dari aspek usia, klien rehabilitasi didominasi kelompok dewasa usia 19 hingga 44 tahun sebanyak 19 orang. Selain itu, terdapat 2 klien dari kelompok pra lanjut usia (45–59 tahun). Tidak tercatat klien dari kategori anak di bawah 18 tahun maupun lansia di atas 60 tahun,” ucap Kepala BNN Kota Tasikmalaya AKBP Hery Sudrajat, Rabu (24/12/2025).

Sementara berdasarkan jenis penggunaan zat, mayoritas klien merupakan pengguna methampetamine sebanyak 11 orang. Disusul pemakaian lebih dari satu jenis zat oleh 7 orang, pengguna benzo atau sedatif sebanyak 2 orang, serta 1 orang pengguna zat sintetis. Tidak ditemukan klien dengan penggunaan THC sepanjang periode tersebut.

Selain rehabilitasi rawat jalan, BNN Kota Tasikmalaya juga melaksanakan layanan pascarehabilitasi bagi klien yang telah menyelesaikan proses pemulihan awal. Pada tahun 2025, target pascarehabilitasi ditetapkan sebanyak 20 orang klien, dan seluruh target tersebut berhasil direalisasikan hingga akhir tahun.

Program pascarehabilitasi ini menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pemulihan serta membantu klien kembali berfungsi secara sosial di lingkungan masyarakat.

BNN Kota Tasikmalaya juga memperluas jangkauan layanan rehabilitasi melalui kerja sama dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tasikmalaya. Dalam kerja sama tersebut, layanan rehabilitasi diberikan kepada 40 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari upaya pemulihan dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.

Dalam rangka memperkuat pemulihan berbasis komunitas, Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya juga menjalankan program Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) secara berkelanjutan. Salah satunya melalui IBM Hiberman yang berlokasi di Kelurahan Lengkongsari, Kecamatan Tawang.

IBM Hiberman telah terbentuk sejak tahun 2023 dan terdiri dari lima agen pemulihan yang berasal dari berbagai latar belakang masyarakat setempat. Para agen ini telah mendapatkan bimbingan teknis dan melaksanakan layanan rehabilitasi sesuai kebutuhan terhadap lima orang klien di wilayah tersebut, dengan mengedepankan peran keluarga dan partisipasi masyarakat.

BNN Kota Tasikmalaya juga melakukan penguatan jejaring layanan rehabilitasi melalui kerja sama dengan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah (LRIP) dan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat (LRKM).

Untuk LRIP, kerja sama dijalin dengan dua fasilitas layanan kesehatan, yakni Puskesmas Kawalu dan Puskesmas Indihiang. Sementara itu, untuk LRKM, BNN Kota Tasikmalaya bermitra dengan Yayasan Rehabilitasi Putra Inabah 8 Putra Pageurageung.

Sebagai bagian dari upaya pencegahan dini, Seksi Rehabilitasi BNN Kota Tasikmalaya juga secara rutin melaksanakan kegiatan Skrining Intervensi Lapangan (SIL). Kegiatan ini menyasar sekolah dan masyarakat umum, dengan frekuensi pelaksanaan sebanyak empat kali dalam satu bulan di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Komitmen BNN Kota Tasikmalaya dalam memberikan pelayanan terbaik tercermin dari hasil survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Pada tahun 2025, BNN Kota Tasikmalaya meraih nilai IKM sebesar 3,61 yang masuk dalam kategori “Sangat Baik”.

Selain layanan rehabilitasi, BNN Kota Tasikmalaya juga menerbitkan surat keterangan hasil pemeriksaan narkotika sebagai salah satu sumber Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat sebanyak 180 orang dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memanfaatkan layanan ini.

Rinciannya, sebanyak 103 orang untuk keperluan melamar pekerjaan, 30 orang untuk melanjutkan pendidikan, 17 orang untuk persyaratan Pendidikan Profesi Guru (PPG), 6 orang untuk CPNS/PPPK, 1 orang untuk persyaratan masuk TNI/Polri, serta 23 orang untuk keperluan lainnya.

Capaian ini menunjukkan komitmen BNN Kota Tasikmalaya dalam memberikan layanan rehabilitasi dan pencegahan narkotika secara menyeluruh, terintegrasi, dan berkelanjutan demi mewujudkan masyarakat Tasikmalaya yang sehat dan bebas narkoba.

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement