TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Teka-teki keberadaan pedagang Bakso Solo "Mas Suparno" yang diduga diculik sekelompok remaja di Jalan Cieunteung akhirnya terjawab. Tim Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota berhasil menemukan dan mengamankan kedua korban, yakni Sutarno (48) dan keponakannya, Fajar (25), pada Minggu (19/4/2026) malam.
Pantauan di Mapolres Tasikmalaya Kota, kedua korban diturunkan dari mobil operasional petugas dan langsung digiring menuju ruang pemeriksaan Satreskrim. Kondisi keduanya tampak sangat memprihatinkan; Sutarno dan Fajar terlihat lemas, syok, dan berjalan tanpa menggunakan alas kaki.
Setibanya di markas kepolisian, kedua korban langsung dimintai keterangan secara tertutup oleh Wakapolres Tasikmalaya Kota, Kompol Wahyu Maduransyah, didampingi jajaran penyidik Satreskrim.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait lokasi penemuan korban maupun identitas para pelaku yang membawa paksa mereka. Awak media masih menunggu di area Mapolres karena proses pemeriksaan awal terhadap korban masih berlangsung intensif guna mengungkap motif dan kronologi selama korban disekap.
Sebelumnya, Sutarno dilaporkan diculik oleh sekelompok remaja yang datang menggunakan empat sepeda motor pada waktu Isya. Aksi ini diduga dipicu oleh perselisihan saat Magrib, di mana korban secara tidak sengaja menyenggol seorang pelanggan wanita saat melayani pesanan.
Kelompok remaja tersebut melakukan penganiayaan brutal di depan anak dan istri korban sebelum menyeret paksa Sutarno dan Fajar. Kejadian ini sempat membuat geger warga Cieunteung hingga ratusan orang berkerumun di lokasi kejadian perkara (TKP).
Keberhasilan polisi menemukan korban dalam waktu singkat mendapat apresiasi dari pihak keluarga yang sejak awal merasa cemas. Polisi kini fokus mengejar para pelaku penganiayaan dan penculikan tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.