Ikuti Kami :

Disarankan:

Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Sejumlah Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Warga Mengungsi ke Kerabat

Minggu, 29 Maret 2026 | 14:00 WIB
Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Sejumlah Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Warga Mengungsi ke Kerabat
Cuaca Ekstrem Terjang Ciamis, Sejumlah Rumah Rusak Akibat Angin Kencang Warga Mengungsi ke Kerabat. Foto: Febrian Libelvalen.

Bencana angin kencang yang diduga puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis, Sabtu (29/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa desa dan kecamatan.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Bencana angin kencang yang diduga puting beliung menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Ciamis, Sabtu (29/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan rumah warga di beberapa desa dan kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa fenomena cuaca ekstrem tersebut diawali oleh angin kencang berintensitas tinggi sebelum akhirnya disertai hujan deras. Bahkan, di salah satu titik di wilayah Pasir Lawang, warga sempat melihat pusaran angin yang menguatkan dugaan terjadinya puting beliung.

“Angin kencang terjadi terlebih dahulu, kemudian disusul hujan. Di Pasir Lawang terlihat ada pusaran, sehingga diduga merupakan angin puting beliung,” ujar Ani.

Data sementara BPBD mencatat, dampak kerusakan tersebar di sejumlah desa. Di antaranya Desa Bantardawa sebanyak 32 rumah, Pasir Lawang 34 rumah, Purwajaya 12 rumah, dan Sidarahayu 15 rumah. Selain itu, kerusakan juga dilaporkan terjadi di beberapa kecamatan lain seperti Cisaga, Tambaksari, Rancah, Panawangan, hingga Panumbangan.

Khusus di Kecamatan Purwadadi, jumlah rumah terdampak diperkirakan mendekati angka 100 unit. 

“Untuk wilayah Kecamatan Purwadadi saja totalnya mendekati 100 rumah terdampak,” katanya.

Meski menyebabkan kerusakan cukup luas, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun demikian, jumlah warga terdampak masih dalam proses pendataan oleh petugas di lapangan.

“Tidak ada korban jiwa. Untuk jumlah jiwa terdampak masih dalam pendataan hari ini, dan nantinya akan dirilis secara resmi,” jelas Ani.

Ia menambahkan, proses asesmen sempat mengalami kendala akibat kondisi gelap karena pemadaman listrik pada malam hari. Pendataan dan penanganan baru dapat dilakukan secara maksimal pada Minggu pagi dengan melibatkan unsur TNI, Polri, relawan, serta Baznas.

“Kami mulai penanganan sejak pukul 07.00 WIB dengan langsung turun ke lokasi bersama tim gabungan,” ungkapnya.

Kerusakan terparah dilaporkan terjadi di Desa Bantardawa. Saat ini, tim BPBD tengah melakukan pendataan rinci menggunakan aplikasi Jitu Pasna untuk menentukan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan lanjutan.

Dalam penanganan darurat, BPBD telah menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak. Sebagian besar korban memilih mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat, tanpa mendirikan pos pengungsian terpusat.

Sementara itu, Camat Purwadadi, Woro Sri Hastuti, mengatakan pihaknya bersama pemerintah desa terus melakukan pendataan sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem susulan.

“Kami mengarahkan warga untuk sementara mengungsi ke rumah saudara demi keamanan, mengingat masih ada potensi angin kencang susulan,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh data kerusakan dan kerugian akan dihimpun melalui satu pintu oleh BPBD sebagai dasar penyaluran bantuan pemerintah.

“Pendataan sedang dilakukan bersama BPBD. Nanti seluruh data akan terpusat dan menjadi dasar kebijakan bantuan dari pemerintah,” katanya.

Pemerintah daerah pun mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement