Ikuti Kami :

Disarankan:

Dalami Dugaan Penyekapan Gadis 15 Tahun di Tasikmalaya, Polisi Agendakan Visum Korban

Rabu, 26 November 2025 | 20:22 WIB
Watermark
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Herman Saputra. Foto: Tian K.

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di wilayah Kecamatan Tawang. Guna mengungkap fakta dan dampak fisik yang dialami korban, kepolisian mengagendakan pemeriksaan medis atau visum et repertum.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya Kota bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan penyekapan terhadap seorang gadis berusia 15 tahun di wilayah Kecamatan Tawang. Guna mengungkap fakta dan dampak fisik yang dialami korban, kepolisian mengagendakan pemeriksaan medis atau visum et repertum.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, AKP Herman Saputra, menegaskan bahwa keselamatan dan pemeriksaan kondisi korban menjadi prioritas pasca-penggerebekan. Setelah korban berhasil dievakuasi dari sebuah penginapan pada Rabu (26/11/2025), langkah selanjutnya adalah pembuktian medis.

"Mungkin besok si korban akan dibawa ke rumah sakit untuk dicek, iya divisum," jelas AKP Herman saat dikonfirmasi, Rabu malam.

Hasil visum tersebut nantinya akan menjadi alat bukti vital bagi penyidik untuk mengetahui apakah terdapat tindakan kekerasan fisik atau seksual yang dialami korban selama masa dugaan penyekapan tersebut.

Kasus ini bermula dari respons cepat aparat gabungan yang terdiri dari Pamapta 1, Tim Identifikasi, Resmob Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, dan Unit Sat Reskrim Polsek Tawang. Tim gabungan mendatangi lokasi penginapan setelah menerima aduan masyarakat terkait adanya orang yang disekap.

"Yang pertama, kita menindaklanjuti pengaduan dari masyarakat terkait adanya orang disekap. Setelah kita datangi, kita amankan, dan (saat ini) kita masih pemeriksaan," ujar Herman.

Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan empat orang yang diduga terlibat. Meski demikian, Herman menyatakan pihaknya masih sangat berhati-hati dalam menentukan konstruksi hukum dan pasal yang akan disangkakan. Pemeriksaan intensif masih dilakukan untuk memilah peran masing-masing individu yang diamankan.

"Nanti saya (dalami) dulu, biar tidak salah melakukan (menentukan) pasalnya," ungkapnya.

Herman pun belum merinci peran spesifik keempat orang tersebut karena proses interogasi masih berlangsung. "Keterlibatan dua orang lagi belum ke arah sana, kita masih memeriksa terkait kejadian tadi," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam perlindungan pihak kepolisian menunggu proses visum yang dijadwalkan esok hari.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement