TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Kisah inspiratif datang dari H. Rusman, seorang pengusaha fesyen muslim asal Tasikmalaya yang sukses membangun brand Dthree dari nol hingga dikenal hingga mancanegara. Berbekal tekad kuat dan mental pantang menyerah, ia membuktikan bahwa keberanian mengambil risiko dapat membuka jalan menuju kesuksesan.
Setelah bertahun-tahun berkarier di salah satu bank BUMN dan sempat menjabat sebagai kepala cabang, Rusman memutuskan untuk meninggalkan zona nyamannya dan menekuni dunia wirausaha. Pada tahun 2019, ia mendirikan Dthree, brand busana muslim yang menawarkan beragam produk seperti Family Sarimbit Collection, Men’s Muslim Wear, dan Women’s Muslim Wear (Abaya).
Awalnya, usaha ini dijalankan dari garasi rumahnya di kawasan Tundangan, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Namun berkat kerja keras, ketekunan, serta dukungan sang istri, bisnis kecil tersebut kini berkembang pesat dan mempekerjakan sekitar 80 karyawan.
Prestasi membanggakan pun diraih. Brand Dthree berhasil masuk 10 besar ajang Shopee Jagoan UMKM Naik Kelas 2025, dengan hadiah pembinaan senilai Rp1 miliar.
“Kalau merintis itu sejak 2019. Saya dulu pegawai bank BUMN, sampai jadi kepala cabang di daerah. Tapi saya merasa ingin mencoba hal baru dan menantang diri sendiri,” ujar Rusman saat ditemui di pabriknya di Jalan Tundaga, Rabu (22/10/2025).
Menurut Rusman, menjadi pengusaha harus memiliki mental kuat dan mindset kompetitif. Ia menilai uang bukanlah faktor utama dalam membangun bisnis, melainkan semangat untuk terus berinovasi.
“Uang itu penting, tapi bukan yang utama. Kompetisi juga perlu, karena tanpa kompetisi kita tidak akan bisa jadi yang terbaik,” ucapnya.
Dalam satu hari, terutama saat event besar seperti 11.11 dan Harbolnas 12.12, Dthree bisa menerima hingga 500 pesanan atau lebih. Kini, Rusman telah memiliki kantor produksi lengkap dengan fasilitas pemasaran dan studio live shopping yang dikelola oleh tim kreatif muda.
Selain fokus pada bisnis, Rusman juga membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Ia membentuk tim analisis tren agar produk Dthree tetap relevan dengan kebutuhan pasar.
“Kesuksesan UMKM di era digital bergantung pada kemampuan memanfaatkan internet. Sekarang sudah bukan pilihan lagi, tapi kewajiban untuk melek digital,” tegasnya.
Enam tahun berjualan melalui platform Shopee, Rusman berhasil meningkatkan omzet hingga 70 persen. Sebelum aktif di marketplace, penjualan produknya sempat stagnan.
“Kalau sekarang tidak jualan online, susah banget bersaing. Alhamdulillah berkat Shopee, produk kami bisa dikenal luas,” tuturnya.
Kini, Dthree tak hanya dikenal di dalam negeri, tapi juga mulai menembus pasar internasional.
“Saya sudah sering kirim produk ke luar negeri berkat Shopee. Ternyata, produk lokal juga bisa bersaing dengan brand besar dunia,” pungkas Rusman dengan bangga.