Ikuti Kami :

Disarankan:

Dewi Dilarikan ke RS Setelah Rumahnya Dihantam Pohon Tumbang di Ciamis

Selasa, 29 Juli 2025 | 12:55 WIB
Dewi Dilarikan ke RS Setelah Rumahnya Dihantam Pohon Tumbang di Ciamis
Dewi Dilarikan ke RS Setelah Rumahnya Dihantam Pohon Tumbang di Ciamis. Foto: Istimewa

Bencana alam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis. Sebuah pohon petai besar tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Kertajaga RT 10 RW 07, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Selasa pagi (29/7/2025) sekitar pukul 07.15 WIB.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Bencana alam kembali terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis. Sebuah pohon petai besar tumbang dan menimpa rumah warga di Dusun Kertajaga RT 10 RW 07, Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Selasa pagi (29/7/2025) sekitar pukul 07.15 WIB. Akibat kejadian ini, seorang perempuan muda bernama Dewi (23) mengalami luka di bagian kepala dan harus dilarikan ke RSUD Banjar.

Ironisnya, Dewi dijadwalkan akan mengikuti wisuda pada Sabtu (2/8/2025), namun insiden ini membuat rencana bahagianya harus tertunda.

Menurut Kepala Desa Cisontrol, Yoyo Waryo, saat kejadian hujan deras mengguyur wilayah tersebut disertai angin kencang. Pohon petai besar yang berdiri tak jauh dari rumah korban roboh dan menghantam bagian depan rumah milik Drs. Parjo (59), seorang guru di SMAN 1 Rancah.

“Pohon tumbang itu menghantam atap ruang tamu, kamar tidur, dan kamar mandi. Dewi yang sedang berada di dalam kamar tertimpa pecahan genteng dan mengalami memar di kepala. Awalnya dibawa ke Puskesmas Rancah lalu dirujuk ke RSUD Banjar untuk pemeriksaan lebih lanjut, termasuk rencana CT scan,” jelas Yoyo.

Dewi saat itu hanya berada di rumah bersama ibunya, Aam Masronah. Sementara sang ayah, Parjo, sudah berangkat mengajar ke sekolah, dan adik bungsunya, Triana (13), juga telah berangkat ke sekolah. Kini keluarga tersebut terpaksa mengungsi ke rumah kerabat di dusun yang sama karena rumah mereka mengalami kerusakan cukup parah.

Warga setempat bersama aparat desa langsung melakukan evakuasi pohon dan membersihkan puing-puing atap yang berserakan. Tiga personel dari Pusdalops BPBD Ciamis juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penilaian dampak bencana serta memberikan bantuan logistik darurat.

Kepala Pelaksana BPBD Ciamis, Ani Supiani, ST., M.Si., mengatakan bahwa meskipun saat ini memasuki musim kemarau, potensi cuaca ekstrem masih perlu diwaspadai karena adanya fenomena hujan di luar musim (kemarau basah).

“Kami imbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi pohon tumbang maupun bencana lainnya, karena cuaca masih fluktuatif,” ujar Ani.

Kondisi Dewi masih dalam observasi medis dan keluarga berharap ia dapat pulih tepat waktu untuk tetap mengikuti wisuda yang telah lama dinantikan.

 

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement