TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Antrean bantuan sosial (bansos) di Kantor Kelurahan Tugujaya, Kota Tasikmalaya, Jumat (2/1/2026) petang, berubah menjadi awal kecemasan bagi sebuah keluarga. Di tengah hiruk-pikuk warga yang menunggu giliran administrasi bansos, seorang anak laki-laki berusia enam tahun bermama Zaidan, dilaporkan hilang secara misterius.
Zaidan datang bersama ibunya, Deli Delia (38), dan kakaknya, Janisa Alilia (18), untuk mengurus bantuan sosial. Seperti warga lainnya, mereka harus menunggu proses administrasi yang cukup menyita waktu. Agar sang ibu bisa fokus mengantre, Janisa mengajak Zaidan ke warung tak jauh dari kantor kelurahan untuk membeli jajanan.
Namun, momen sederhana itu menjadi titik terakhir Zaidan terlihat. Saat Janisa kembali ke kantor kelurahan, ia mengira adiknya telah lebih dulu menyusul ibunya. Dugaan itu buyar setelah diketahui Zaidan tak pernah kembali ke lokasi antrean bansos.
Kepanikan pun menyergap. Janisa berusaha mencari dan bertanya kepada warga sekitar, termasuk dua pemuda di warung tempat mereka membeli jajanan. Hasilnya nihil. Pemilik warung, Imas (60), membenarkan Zaidan sempat keluar lebih dulu saat hujan deras mengguyur kawasan tersebut, tetapi tak ada yang mengetahui ke arah mana bocah itu melangkah.
Hujan yang turun lebat sore itu turut menambah kecemasan. Aliran drainase di sekitar kelurahan dilaporkan meluap cukup deras, sehingga menimbulkan kekhawatiran korban terpeleset atau terbawa arus.
Hingga malam hari, lokasi sekitar Kantor Kelurahan Tugujaya dipadati warga yang turut memantau pencarian. Puluhan petugas gabungan dari Polsek Cihideung, Sat Reskrim Polres Tasikmalaya Kota, BPBD, PMI, TNI, serta aparat kelurahan diterjunkan untuk menyisir selokan dan permukiman sekitar. Sementara itu, polisi masih mendalami keterangan saksi untuk menelusuri pergerakan terakhir Zaidan.
Di tengah antrean bansos yang sejatinya menjadi harapan bagi banyak keluarga, hilangnya Zaidan menyisakan duka dan kegelisahan. Bocah tersebut terakhir terlihat mengenakan celana panjang hitam dan sweater biru. Masyarakat yang mengetahui keberadaannya diharapkan segera melapor kepada pihak berwajib atau petugas terdekat.