TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra menegaskan, bahwa maraknya penyelenggaraan berbagai event di Kota Tasikmalaya bukan hanya berdampak pada pelestarian seni dan olahraga, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikan Diky saat membuka Pasanggiri Jaipong Piala Wali Kota Tasikmalaya yang digelar di GOR Sukapura Dadaha, Sabtu (7/2/2026). Ajang seni tari tradisional ini dijadwalkan berlangsung dalam dua tahap, yakni pada 7–8 Februari dan 14–15 Februari 2026.
Mewakili Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi, Diky menyampaikan apresiasinya kepada para seniman Jawa Barat yang telah memilih Tasikmalaya sebagai tuan rumah kegiatan yang sebelumnya rutin digelar di Bandung.
“Mewakili Pak Wali Kota, kegiatan yang digagas para seniman Jawa Barat ini biasanya berlangsung di Bandung, dan sekarang bisa hadir di Kota Tasikmalaya. Ini tentu menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Diky.
Pada kesempatan tersebut, Diky juga menyerahkan piala secara simbolis kepada panitia dan menyambut para peserta yang datang dari berbagai daerah. Ia menekankan bahwa seni budaya tidak hanya berbicara soal pelestarian tradisi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang nyata.
“Jaipong itu memakai busana khusus, aksesoris, riasan, hingga perlengkapan pendukung lainnya. Semua itu adalah potensi ekonomi bagi pelaku UMKM,” ungkapnya.
Menurut Diky, tingginya mobilitas peserta dan penonton dalam setiap event turut berdampak positif pada sektor lain, seperti perhotelan, rumah makan, hingga jasa pendukung pariwisata.
“Kalau banyak kegiatan dan banyak orang datang ke Tasikmalaya, otomatis hotel, restoran, dan pelaku usaha lainnya ikut bergerak. Ini bagian dari ekonomi kreatif,” tambahnya.
Di hari yang sama, Diky juga menghadiri dan membuka Kejuaraan Ekshibisi Tarung Laga Striking Uji Maslat Akademi Indo Boxing yang digelar di kawasan Wisata Alam Ihsan Pataya Ciakar, Kecamatan Cibeureum.
Dalam sambutannya, Diky menyebut bahwa Kota Tasikmalaya tidak hanya dikenal sebagai Kota Santri, tetapi juga sebagai kota yang aktif menyelenggarakan berbagai event seni, budaya, hingga olahraga.
Ia mengapresiasi pihak Indo Boxing yang secara mandiri menginisiasi kegiatan pembinaan bagi generasi muda melalui olahraga bela diri.
“Anak-anak muda hari ini membutuhkan ruang untuk berekspresi, berekreasi, dan mengembangkan potensi diri. Kegiatan seperti ini memberi ruang positif bagi mereka untuk berkarya,” ujarnya.
Diky menambahkan, minimnya ruang pengembangan bakat dapat memicu berbagai persoalan sosial di kalangan remaja. Oleh karena itu, keberadaan event seni dan olahraga dinilai menjadi solusi strategis dalam pembinaan generasi muda.
“Kita harus terus membuka ruang sesuai bakat dan minat mereka agar energi anak muda tersalurkan ke arah yang positif,” pungkasnya.