Ikuti Kami :

Disarankan:

Direktorat SMK Ditjen Vokasi dan Komisi X DPR RI Dorong Pemanfaatan Digital TVET untuk Revitalisasi SMK

Jumat, 14 November 2025 | 13:48 WIB
Direktorat SMK Ditjen Vokasi dan Komisi X DPR RI Dorong Pemanfaatan Digital TVET untuk Revitalisasi SMK
Direktorat SMK Ditjen Vokasi dan Komisi X DPR RI Dorong Pemanfaatan Digital TVET untuk Revitalisasi SMK. Foto: Istimewa.

Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan bertema “Digital TVET sebagai Penggerak Revitalisasi SMK”.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menyelenggarakan kegiatan bertema “Digital TVET sebagai Penggerak Revitalisasi SMK”.

Acara tersebut digelar di Hotel Harmoni, Kota Tasikmalaya, Jumat (14/11/2025), dan diikuti ratusan pelajar serta guru SMK dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat ekosistem pendidikan vokasi agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri modern.

Anggota Komisi X DPR RI Dapil XI, Ferdiansyah, menjelaskan bahwa perkembangan digitalisasi menuntut pembaruan metode pembelajaran di SMK. Kehadiran Technical and Vocational Education and Training (TVET) dinilai mampu menjembatani keterbatasan sarana praktik di sejumlah sekolah kejuruan.

“TVET berfungsi sebagai jembatan alat praktik. Ketika alat praktik yang sesungguhnya belum tersedia, simulator digital dapat menggantikannya. Tampilan digitalnya dibuat menyerupai alat asli meskipun tidak dapat disentuh karena berupa animasi,” ujar Ferdiansyah.

Ia menambahkan, digitalisasi melalui TVET tidak hanya membantu peserta didik, tetapi juga meningkatkan kapasitas pendidik serta mempercepat kolaborasi SMK dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Dengan pelatihan TVET, ketika peserta didik melakukan magang atau berkolaborasi dengan dunia usaha, mereka sudah memiliki gambaran teknis sehingga proses adaptasinya lebih cepat,” katanya.

Ferdiansyah juga menegaskan pentingnya sertifikasi bagi pendidik yang telah mengikuti pelatihan TVET. Sertifikasi tersebut diperlukan untuk menjamin kompetensi mereka sebagai trainer, terutama bagi SMK yang belum memiliki pelatih khusus.

“Yang sudah mengikuti pelatihan dan lulus uji kompetensi harus diberikan sertifikat. Sertifikasi ini penting agar kualitas pembelajaran tetap terjaga,” ujarnya.

TVET merupakan sistem pendidikan yang menitikberatkan pada keterampilan praktis di berbagai bidang, seperti teknik otomotif, mesin, hingga pariwisata. Sistem ini dirancang untuk membekali peserta didik dengan keahlian yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja.

Melalui kegiatan ini, Direktorat SMK Ditjen Vokasi bersama Komisi X DPR RI berharap transformasi digital dalam pendidikan vokasi dapat terus berkembang dan mendukung revitalisasi SMK di Tasikmalaya dan daerah lainnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement