Ikuti Kami :

Disarankan:

Disbudpora Ciamis Dukung Edaran Bupati Soal Belanja Bijak Selama Ramadan

Kamis, 05 Maret 2026 | 07:47 WIB
Disbudpora Ciamis Dukung Edaran Bupati Soal Belanja Bijak Selama Ramadan
Disbudpora Ciamis Dukung Edaran Bupati Soal Belanja Bijak Selama Ramadan. Foto: Istimewa

Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis menyatakan dukungan terhadap kebijakan Herdiat Sunarya terkait pengendalian pola konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis menyatakan dukungan terhadap kebijakan Herdiat Sunarya terkait pengendalian pola konsumsi masyarakat selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi.

Dukungan tersebut merujuk pada Surat Edaran Bupati Ciamis Nomor 100.3.4.2/416/PSDA/2026 tertanggal 2 Maret 2026 yang berisi imbauan kepada masyarakat untuk menjaga pola konsumsi dan berbelanja secara bijak selama Ramadan. Kebijakan ini bertujuan menjaga ketersediaan pasokan bahan pokok sekaligus mengendalikan potensi inflasi daerah.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya preventif Pemerintah Kabupaten Ciamis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan bahan kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hingga selama Ramadan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ciamis, Dian Budiana, menegaskan bahwa kebijakan tersebut sejalan dengan upaya pembinaan karakter generasi muda di daerah.

“Pemuda Ciamis harus menjadi pelopor dalam belanja bijak. Ramadan merupakan momentum untuk melatih pengendalian diri, termasuk menahan keinginan berbelanja secara berlebihan,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Pemuda Diminta Jadi Teladan dalam Pola Konsumsi

Menurut Dian, fenomena *panic buying* atau belanja berlebihan tidak hanya berdampak pada stabilitas harga di pasaran, tetapi juga mencerminkan perilaku konsumtif yang kurang sejalan dengan nilai-nilai Ramadan.

Ia menilai jika generasi muda mampu menunjukkan sikap disiplin dan bijak dalam berbelanja, maka dampaknya akan sangat besar terhadap stabilitas ekonomi daerah.

“Jangan sampai pemuda justru ikut tren memborong barang hanya karena khawatir kehabisan. Berbelanja sesuai kebutuhan adalah bentuk kedewasaan dan tanggung jawab sosial,” jelasnya.

Dian menambahkan bahwa pengendalian inflasi bukan hanya tanggung jawab pemerintah maupun pelaku usaha, tetapi juga memerlukan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda yang memiliki peran penting sebagai agen perubahan.

Ramadan Jadi Momentum Pembentukan Karakter

Lebih jauh, Dian menilai surat edaran tersebut tidak sekadar menjadi kebijakan administratif, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai momentum membangun karakter masyarakat, khususnya generasi muda.

Nilai-nilai kesederhanaan, empati sosial, serta kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat diharapkan dapat semakin diperkuat selama bulan Ramadan.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan mengintegrasikan pesan mengenai konsumsi bijak dalam berbagai kegiatan kepemudaan, olahraga, maupun kebudayaan yang diselenggarakan oleh Disbudpora Ciamis.

“Ramadan bukan soal siapa yang paling banyak berbelanja, tetapi siapa yang paling mampu mengendalikan diri dan berbagi kepada sesama. Menjaga stabilitas harga juga bagian dari kepedulian sosial,” tegasnya.

Dian optimistis dengan kolaborasi berbagai pihak, imbauan tersebut dapat tersosialisasi hingga ke komunitas pemuda di tingkat desa dan kelurahan.

Bagi Disbudpora Ciamis, Ramadan tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga ruang pembentukan karakter generasi muda agar lebih bijak dalam berperilaku, tidak konsumtif, serta memiliki kepedulian terhadap kondisi ekonomi daerah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement