TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tasikmalaya menyatakan siap memberikan intervensi pendidikan bagi anak yang menjadi korban dugaan penyekapan di sebuah penginapan di wilayah Tasikmalaya. Dari empat terduga pelaku, dua di antaranya diketahui telah putus sekolah.
Sekretaris Disdik Kota Tasikmalaya, Cecep Susilawan, menyampaikan keprihatinannya dan menegaskan bahwa pihaknya akan turun langsung setelah proses hukum selesai, guna memastikan anak-anak tersebut dapat kembali bersekolah.
"Jika benar terjadi, ini menjadi keprihatinan bagi dunia pendidikan. Kami akan menurunkan tim untuk menelusuri alasan yang membuat para remaja itu putus sekolah," kata Cecep di ruang kerjanya, Kamis (27/11/2025).
Cecep menjelaskan bahwa umumnya ada dua faktor yang menyebabkan anak berhenti sekolah, yakni persoalan internal anak dan kondisi ekonomi keluarga. Jika masalahnya terletak pada rendahnya minat belajar, Disdik menilai diperlukan intervensi khusus berupa pendampingan serta edukasi mengenai pentingnya pendidikan.
Sementara jika kendala utama adalah ekonomi, Disdik menyiapkan sejumlah opsi seperti dukungan finansial melalui program orang tua asuh atau akses ke Sekolah Rakyat. "Jika persoalannya biaya, tentu perlu kerja sama lintas pihak. Pejabat Disdik maupun pemkot pun bisa menjadi orang tua asuh," ujarnya.
Disdik Kota Tasikmalaya menegaskan komitmennya untuk memastikan anak-anak yang terlibat dalam kasus ini kembali mendapatkan hak pendidikan. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari langkah pemerintah meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kota Tasikmalaya.