Ikuti Kami :

Disarankan:

Drama di Salopa Tasikmalaya: Penemuan Bayi di Teras Rumah, Ibunya Ternyata Penemu Paling Pertama

Selasa, 02 Desember 2025 | 22:17 WIB
Watermark
Drama di Salopa Tasikmalaya: Penemuan Bayi di Teras Rumah, Ibunya Ternyata Penemu Paling Pertama.

Warga Kampung Panyiraman, Desa Banjarwangin, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, dibuat terkejut pada Senin (1/12/2025) dini hari. Bukan oleh suara ayam berkokok lebih awal, melainkan oleh tangisan seorang bayi laki-laki yang tiba-tiba muncul di teras rumah warga.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Warga Kampung Panyiraman, Desa Banjarwangin, Kecamatan Salopa, Kabupaten Tasikmalaya, dibuat terkejut pada Senin (1/12/2025) dini hari. Bukan oleh suara ayam berkokok lebih awal, melainkan oleh tangisan seorang bayi laki-laki yang tiba-tiba muncul di teras rumah warga.

Pemilik rumah, Yeyet, mengira ada kucing ribut atau angin yang menutup pintu. Namun saat ia membuka pintu, ternyata seorang bayi mungil terbungkus selimut sedang menggeliat sambil menangis. “Saya panggil suami, dan benar ada bayi yang dibungkus selimut,” katanya saat ditemui di Puskesmas Salopa.

Bayi itu pun segera dibawa ke dalam rumah dan dilaporkan ke Polsek Salopa. Petugas datang, tenaga kesehatan dipanggil, dan drama dini hari itu berlanjut di puskesmas. Pemeriksaan awal menyebut bayi tersebut sehat, baru lahir 2–3 jam sebelum ditemukan, dengan panjang 47 cm dan berat 250 gram. “Bahkan lesternya masih menempel,” ujar seorang bidan.

Namun, kisah ini rupanya tak berhenti pada temuan bayi di teras. Kepolisian mulai mencium kejanggalan: siapa yang tega membuang bayi selucu itu?

Setelah serangkaian pemeriksaan saksi dan gelar perkara, polisi menemukan fakta yang dramatis sekaligus secara tragis, tak terduga perempuan yang pertama kali mengaku menemukan bayi itu ternyata adalah ibu kandungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, memastikan hal tersebut.

"Pelaku sudah kita ungkap. Ibu bayi itu adalah orang yang pertama kali mengakui menemukan bayi di depan rumahnya," ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Menurut Ridwan, sang ibu panik setelah melahirkan dan khawatir bayinya meninggal bila dibiarkan. Karena itu, ia nekat meletakkan bayinya di teras lalu berpura-pura “menemukannya” sendiri.

"Dan kemudian berpura-pura menemukannya agar mendapatkan pertolongan warga," jelasnya.

Meski demikian, polisi masih mendalami maksud sebenarnya: apakah tindakan itu sekadar spontan untuk menutupi kelahiran, atau ada niat melepaskan tanggung jawab agar bayinya dirawat orang lain.

"Ini perlu pendalaman karena terkait ada tidaknya mens-rea pelaku, namun mengingat kondisi fisik dan psikis pelaku perlu pemulihan ekstra, kita prioritaskan itu dulu," ucapnya.

Motif sementara yang terungkap adalah rasa takut dan malu kepada keluarga serta lingkungan.

"Pelaku mengaku takut dan malu pada keluarga dan warga sekitar. Setelah ditinggalkan calon suaminya, pelaku merasa tidak sanggup menghadapi situasi tersebut," tutur Ridwan.

Kini, polisi berkoordinasi dengan UPTD PPA, KPAID Kabupaten Tasikmalaya, serta pihak medis untuk memastikan pemulihan ibu dan pemenuhan hak-hak bayi. Sementara itu, warga hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala, sebuah teras yang biasanya jadi tempat sandal berserakan, kini mendadak jadi lokasi drama kehidupan nyata.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement