Ikuti Kami :

Disarankan:

Dua Kali Diterjang Banjir, Warga Kubangpari Pamarican Mulai Bangkit dan Bersihkan Lingkungan

Rabu, 18 Februari 2026 | 19:16 WIB
Dua Kali Diterjang Banjir, Warga Kubangpari Pamarican Mulai Bangkit dan Bersihkan Lingkungan
Dua Kali Diterjang Banjir, Warga Kubangpari Pamarican Mulai Bangkit dan Bersihkan Lingkungan.

Warga Dusun Kubangpari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang terdampak banjir dua kali dalam sepekan mulai merasakan kondisi lingkungan yang berangsur membaik, Rabu (18/2/2026).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Warga Dusun Kubangpari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, yang terdampak banjir dua kali dalam sepekan mulai merasakan kondisi lingkungan yang berangsur membaik, Rabu (18/2/2026).

Banjir pertama terjadi pada Senin (9/2/2026) sore. Sepekan kemudian, tepatnya Senin (16/2/2026), air kembali meluap dan merendam rumah-rumah warga.

Salah seorang warga, Rifani Lauzah (24), mengatakan ketinggian air saat banjir kedua mencapai sekitar 30 sentimeter di dalam rumahnya.

“Yang kedua memang lebih parah, air masuk ke rumah sekitar 30 sentimeter. Tapi sekarang alhamdulillah sudah membaik, air sudah surut dan warga sudah bersih-bersih,” ujar Rifani saat ditemui di lokasi dapur umum.

Menurutnya, setelah air surut, warga langsung bergotong royong membersihkan rumah dari sisa lumpur dan genangan air.

Untuk memenuhi kebutuhan pangan, dapur umum didirikan di area balai dusun. Selama dua hari terakhir, makanan dimasak bersama relawan dan langsung dibagikan kepada warga terdampak.

“Sekali masak langsung dibagikan. Jadi warga tetap bisa beraktivitas, terutama membersihkan rumahnya,” kata Rifani.

Ia memastikan bantuan logistik dan bahan pangan dalam kondisi mencukupi. Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Bupati Ciamis, hingga Lapas Ciamis.

“Untuk operasional dapur umum masih menyesuaikan kebutuhan warga di lapangan,” ujarnya.

Di tengah proses pemulihan, warga perlahan kembali menjalani aktivitas sehari-hari sambil memastikan rumah dan lingkungan benar-benar bersih dari lumpur.

Sejumlah warga lanjut usia terlihat menjemur padi hasil panen di sekitar rumah. Di area persawahan yang sempat terendam, padi yang telah dipanen tampak menguning kecokelatan akibat terlalu lama terendam air dan nyaris membusuk.

Meski kualitasnya diperkirakan menurun, warga tetap berupaya menyelamatkan hasil panen dengan menjemurnya di pinggir jalan sawah.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement