Ikuti Kami :

Disarankan:

Fakta-Fakta Kericuhan saat Karnaval HUT ke-80 RI di Indihiang Tasikmalaya

Minggu, 17 Agustus 2025 | 17:37 WIB
Watermark
Fakta-Fakta Kericuhan saat Karnaval HUT ke-80 RI di Indihiang Tasikmalaya.

Perayaan karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (17/8/2025), berujung ricuh. Dua kelompok warga terlibat bentrokan hingga saling lempar batu.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Perayaan karnaval memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia di Kelurahan Sirnagalih, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Minggu (17/8/2025), berujung ricuh. Dua kelompok warga terlibat bentrokan hingga saling lempar batu. Berikut sejumlah fakta yang berhasil dihimpun:

 

-1. Pecah di Tengah Karnaval

Kericuhan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat arak-arakan karnaval berlangsung di Jalan Sirnagalih. Bentrokan dipicu kesalahpahaman antarwarga yang kemudian berkembang menjadi aksi saling pukul dan lempar batu.

-2. Korban Luka Termasuk Seorang Nenek

Seorang nenek bernama Nina mengalami luka ringan di pinggang akibat lemparan batu. Ia mengaku masih syok karena lemparan cukup besar dan sempat mengenai aparat kepolisian yang berusaha melerai.

-3. Gerobak Warga Rusak

Satu gerobak milik warga bernama Ihsan rusak akibat terkena lemparan batu. Ihsan bahkan mengevakuasi sekitar 20 ibu-ibu dan anak-anak ke dalam rumahnya demi menghindari korban lebih banyak.

-4. Polisi Jadi Sasaran Lemparan Batu

Seorang anggota polisi, Bripka Deni Mardiana, turut menjadi korban lemparan batu saat berupaya menenangkan massa. Deni yang bertugas seorang diri sebagai Bhabinkamtibmas Sirnagalih sempat menghadang ratusan warga agar tidak saling berhadapan.

-5. Video Ricuh Viral di Media Sosial

Rekaman video kericuhan cepat menyebar di WhatsApp. Dalam video terlihat warga saling baku hantam dan melempar batu, sementara sebagian lainnya mencoba melerai.

-6. Aparat Langsung Turun Tangan

Polsek Indihiang bersama Koramil bergerak cepat meredam situasi. Mereka menemui tokoh agama, masyarakat, dan pemuda setempat untuk mendinginkan suasana serta mendorong musyawarah penyelesaian masalah.

-7. Pernyataan Kapolsek dan Lurah

Kapolsek Indihiang, Kompol H. Iwan, menyebut insiden dipicu senggolan antarwarga yang berujung salah paham. Sementara Lurah Sirnagalih, Ahmad Saeful Bari, menegaskan peristiwa itu bukan bentrokan rutin, melainkan gesekan yang tak disengaja saat pawai berlangsung.

-8. Upaya Pencegahan ke Depan

Pihak kelurahan berencana lebih intensif dalam pengelolaan kegiatan besar agar kejadian serupa tidak terulang. Pengawasan akan ditingkatkan terutama pada acara yang melibatkan massa dalam jumlah banyak.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement