Ikuti Kami :

Disarankan:

Festival Tasik Baseuh 2025, Gerakan Cinta Sungai yang Jadi Simbol Kepahlawan Masa Kini, Deddy : Perlu Didukung Semua Pihak

Senin, 10 November 2025 | 10:08 WIB
Watermark
Festival Tasik Baseuh 2025, Gerakan Cinta Sungai yang Jadi Simbol Kepahlawan Masa Kini, Deddy : Perlu Didukung Semua Pihak. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Festival Tasik Baseuh ke-9 sukses digelar pada 7-9 November 2025 di area Sungai Ciwulan, Kota Tasikmalaya. Kegiatan tahunan ini menjadi gerakan budaya sekaligus kampanye lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai dan ekosistemnya.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Festival Tasik Baseuh ke-9 sukses digelar pada 7-9 November 2025 di area Sungai Ciwulan, Kota Tasikmalaya. Kegiatan tahunan ini menjadi gerakan budaya sekaligus kampanye lingkungan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga sungai dan ekosistemnya.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, komunitas lingkungan, hingga tokoh nasional berdiri berjajar di sepanjang bantaran Sungai Ciwulan sambil mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol kecintaan terhadap alam dan tanah air. 

Festival tersebut dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra dan Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana.

Ketua Pelaksana Festival, Asep Maksum, menjelaskan bahwa Tasik Baseuh bukan sekadar kegiatan wisata air, tetapi juga gerakan sosial untuk mengembalikan hubungan masyarakat dengan sungai.

"Dulu, sungai adalah halaman depan rumah bagi masyarakat Tasikmalaya. Kini, hubungan itu banyak yang terputus. Melalui festival ini, kami ingin menyambungkannya kembali," ujar Asep dalam keterangan tertulis yang diterima, Senin (10/11/2025).

la menambahkan, Festival Tasik Baseuh tahun ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati HUT ke- 24 Kota Tasikmalaya, dengan berbagai kegiatan seperti fun rafting, kayaking, riverboarding, dan diskusi publik tentang pengelolaan sungai berkelanjutan.

"Acara ini juga dimeriahkan oleh dua tokoh besar olahraga arus deras Indonesia, yaitu Lody Korua dan Made Brown," imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Republik Aer Tasikmalaya, Harniwan Obech, menyebut bahwa menjaga sungai adalah bentuk kepahlawanan masa kini.

"Kita semua dibesarkan oleh air yang sama. Sungai mengalir dalam hidup dan cerita kita. Jika sungai rusak, bagian dari diri kita pun ikut rusak," tutur Obech.

la menegaskan bahwa aksi pembentangan bendera Merah Putih di sepanjang Sungai Ciwulan bukan sekadar seremoni, melainkan manifesto perlawanan terhadap pencemaran dan hilangnya identitas warga sungai.

"Ini adalah pengingat bahwa cinta tanah air dimulai dari merawat tempat kita berpijak," pungkasnya.

Festival Tasik Baseuh ke-9 pun mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali kepedulian terhadap kelestarian sungai dan lingkungan hidup di Tasikmalaya.

Sementara itu, Kadisporabudpar Kota Tasikmalaya Deddy Mulyana mengapresiasi Festival Tasik Baseuh ke-9 ini. Menurutnya, acara ini bisa menjadi pemicu untuk orang luar Kota Tasikmalaya datang ke wilayahnya.

"Ya pastinya ini sangat baik, agenda ini harus tetap didukung, karena Kota Tasikmalaya sebagai kota event harus kita dukung. Karena event ini tidak hanya dari Kota Tasik, tapi dari daerah pun datang," pungkas Deddy Mulyana

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement