Ikuti Kami :

Disarankan:

Harga Bahan Pokok di Pasar Manis Ciamis Melonjak, Bawang Merah hingga Jengkol Tembus Harga Tinggi

Senin, 28 Juli 2025 | 14:34 WIB
Watermark
Harga Bahan Pokok di Pasar Manis Ciamis Melonjak, Bawang Merah hingga Jengkol Tembus Harga Tinggi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian Libelvalen

Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Manis Ciamis mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan terakhir.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Manis Ciamis mengalami fluktuasi tajam dalam sepekan terakhir.

Sejumlah komoditas penting seperti bawang merah, cabai rawit, jengkol, dan petai mencatat lonjakan harga yang signifikan, sementara tomat dan wortel justru turun drastis.

Jajang, salah satu pedagang sayuran di Pasar Manis, mengungkapkan bahwa lonjakan harga terutama terjadi pada bawang merah dan cabai rawit.

Menurutnya, pasokan dari daerah produksi seperti Garut mulai langka sejak lima hari terakhir.

“Biasanya bawang merah saya jual Rp35.000 per kilogram, sekarang melonjak jadi Rp70.000. Cabai rawit juga naik dari Rp45.000 menjadi Rp75.000 per kilogram,” katanya Senin (28/7/2025).

Jajang menambahkan, komoditas seperti jengkol dan petai juga ikut mengalami kenaikan signifikan. 

“Harga jengkol sekarang tembus Rp130.000 per kilogram, padahal biasanya hanya sekitar Rp60.000. Petai yang biasa saya jual Rp3.000 per papan sekarang jadi Rp10.000,” ungkapnya.

Jajang menjelaskan bahwa menurut keterangan para pemasok, kenaikan harga ini disebabkan oleh minimnya panen, meningkatnya permintaan pasar, serta kendala distribusi akibat cuaca buruk.

“Untuk dua komoditas ini, pedagang enggan beli banyak karena takut tidak cepat laku. Harganya terlalu tinggi,” ujarnya.

Meski begitu, Jajang menyebutkan ada beberapa komoditas yang justru mengalami penurunan harga dalam beberapa hari terakhir. 

Misalnya, tomat yang sempat menyentuh Rp24.000 per kilogram, kini turun drastis menjadi Rp12.000. Begitu pula dengan wortel, cabai merah, dan cabai hijau.

“Beberapa komoditas hari ini turun hampir setengah harga dibanding sebelumnya,” tuturnya.

Kondisi ini membuat pedagang dan konsumen sama-sama harus beradaptasi dengan dinamika pasar yang tidak menentu, terutama menjelang pergantian musim dan perubahan cuaca yang turut memengaruhi pasokan pangan.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement