TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-53 tingkat Kota Tasikmalaya dipusatkan di area parkir Universitas Perjuangan (Unper) Tasikmalaya, Kamis (17/7/2025) pagi. Acara ini mengusung tema "Memperkuat Kedaulatan Pangan Melalui Sinergi Petani Teknologi dan Program Strategi Pertanian" dan dibuka langsung oleh Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan.
Kegiatan turut dihadiri unsur Forkopimda, Sekda Kota Tasikmalaya, sejumlah organisasi petani, Plt DKP3 Kota Tasikmalaya Ely Suminar, para camat, dan tamu undangan lainnya.
Ketua pelaksana, Mumu Nuryaman, menyampaikan bahwa Hari Krida Pertanian merupakan agenda tahunan yang rutin digelar dengan dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kota Tasikmalaya.
"Hari Krida Pertanian yang ke 53 ini adalah para petani biasakan tiap tahun rutin, dan Alhamdulilah dukungan dari semua pihak hadir mendukung kegiatan ini," kata Mumu.
Ia menilai momen ini sangat penting bagi para petani untuk merayakan hasil kerja keras serta saling berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang pertanian.
"Ada Pameran Pertanian dan Perikanan, Sosialisasi B2SA dan GSP (Pembagian Sayur dan Buah), dan Gerakan Pangan Murah (GPM), dan Gerakan Minum Susu turut dihadirkan," ujarnya.
Mumu menegaskan, Hari Krida Pertanian merupakan hajatan petani, di mana seluruh petani dari 10 kecamatan di Kota Tasikmalaya berkumpul dan dapat berdialog langsung dengan pemerintah, termasuk wali kota.
"Bagaimana nanti yang sudah dilaksanakan kemarin sehari sebelumnya, itu ada masukan dari para petani dan para pengurus pertanian, nanti disampaikan ke wali kota. Apalagi sekarang adanya ketahanan pangan, mungkin nanti kemauan daripada petani bagaimana, nanti akan dibahas," ucapnya.
Kebijakan Pemerintah Kota Tasikmalaya terkait ketahanan pangan pun menjadi salah satu bahasan dalam kegiatan tersebut.
"Mungkin kulturnya di kota ini, mungkin di sana ada bagaimana untuk pengairan, terus bagaimana peningkatan SDM petani, karena ini kota, harus ada teknologi, kalau udah teknologi dibutuhkan alat-alat, mungkin nanti akan mengusulkan alat apa yang cocok untuk di Kota Tasik," jelas Mumu.
"Dan juga teknik apa yang bisa diterapkan di Kota Tasikmalaya supaya dengan lahan seadanya bisa menghasilkan yang maksimal," sambungnya.
Ia mengungkapkan bahwa permasalahan utama yang dihadapi petani saat ini adalah ketersediaan air.
"Kalau musim kemarau kan kita tergantung pada perairan Cikunten, itu kan sumber dari kabupaten, kalau masalah pupuk dan sebagainya Insyallah sekarang udah lancar," bebernya.
Mumu juga menyambut baik hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena bisa menjadi peluang distribusi hasil pertanian lokal.
"Sekarang mungkin ada kesempatan juga, sekarang kan ada MBG, nah mungkin disitu terserat, mudah-mudahan dengan adanya MBG ini maka ada hasil produksi dari pertanian itu," ungkapnya.
Sementara itu, Plt DKP3 Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya fokus pada upaya meningkatkan kualitas produk pertanian sebagai langkah mengendalikan inflasi.
"Produk pertanian itu salah satu penyumbang untuk inflasi, sampai hari ini kita posisi inflasi 1,7 persen," ujar Ely.
Ia juga menyebutkan sejumlah upaya yang telah dilakukan, termasuk peningkatan sumber daya manusia petani melalui edukasi dan penyuluhan.
"Kita punya penyuluh pertanian, kita terus mengadakan edukasi-edukasi untuk peningkatan SDM juga, edukasi terkait penggunaan pestisida untuk sangat kita batasi, sehingga produk dari pertanian ini adalah terbebas dari bahan-bahan berbahaya," pungkasnya.