Ikuti Kami :

Disarankan:

Ikut Lomba Peringatan HUT ke-80 RI Bertema Kaulinan Sunda di Mangkubumi, Diky Chandra: Harus Dilestarikan untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi

Jumat, 15 Agustus 2025 | 11:21 WIB
Ikut Lomba Peringatan HUT ke-80 RI Bertema Kaulinan Sunda di Mangkubumi, Diky Chandra: Harus Dilestarikan untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi
Ikut Lomba Peringatan HUT ke-80 RI Bertema Kaulinan Sunda di Mangkubumi, Diky Chandra: Harus Dilestarikan untuk Hadapi Tantangan Digitalisasi.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menghadiri sekaligus memeriahkan kegiatan Kaulinan Sunda dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di tingkat Kecamatan Mangkubumi, Kamis (14/8/2025).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, menghadiri sekaligus memeriahkan kegiatan Kaulinan Sunda dalam rangka peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di tingkat Kecamatan Mangkubumi, Kamis (14/8/2025).

Kegiatan ini menjadi ajang pelestarian budaya sekaligus mempererat silaturahmi dan kekompakan warga. Diky tidak hanya membuka acara, tetapi juga ikut berpartisipasi dalam lomba permainan tradisional anak, seperti Kaulinan Endog-Endogan bersama masyarakat.

Diky mengaku terinspirasi, terutama dengan adanya Senam Tani Sunda. Ia bahkan langsung menginformasikan kegiatan tersebut kepada Staf Khusus Kemenpora dan berencana mengadakannya di lingkungan Setda Kota Tasikmalaya.

"Ini sangat bagus, dan saya sendiri jadi terinsipirasi terkait senam tani sunda. Saya harap kegiatan serupa semakin banyak dilakukan di masyarakat, sehingga pengembangan budaya tidak akan pudar, terutama untuk anak-anak," ungkap Diky saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp, Jumat (15/8/2025) pagi.

Meski demikian, Diky menilai Kaulinan Sunda sebagai warisan budaya berharga kini menghadapi tantangan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi. Menurutnya, kondisi ini dapat mengancam kelestarian identitas budaya dan tradisi masyarakat Sunda.

"Mengkhawatirkan. Mudah-mudahan provinsi ada program lomba kaulinan urang lembur tingkat kelurahan atau desa, kecamatan, kabupaten atau kota dan puncaknya di provinsi agar ada ruang pelestarian," kata Diky.

Ia menambahkan, program tersebut tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga memberi efek domino pada sektor lain, seperti UMKM bambu, kebaya, pangsi, iket, dan tarumpah.

"Jadi meningkatnya unsur budaya jangan hanya dilihat sektor budayanya saja tapi side efeknya. Wisata dan seni budaya memiliki sifat multiplayer efeck sehingga bisa jadi etalase bagi peningkatan ekonomi masyarakat di sektor perparkiran, ekfraf, UMKM, perpajakan, dan lain-lain," jelasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement