Ikuti Kami :

Disarankan:

Insiden Gazebo Unsil Ambruk, Tujuh BEM Fakultas Desak Rektorat Tanggung Jawab

Senin, 17 November 2025 | 10:27 WIB
Watermark
Insiden Gazebo Unsil Ambruk, Tujuh BEM Fakultas Desak Rektorat Tanggung Jawab. Foto: NewsTasikmalaya.com/Tian K

Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Muhammad Risaldi, angkat suara terkait insiden ambruknya gazebo yang menimpa belasan mahasiswa pada Minggu (16/11/2025). Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan bahwa pihak kampus harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Presiden Mahasiswa Universitas Siliwangi (Unsil) Tasikmalaya, Muhammad Risaldi, angkat suara terkait insiden ambruknya gazebo yang menimpa belasan mahasiswa pada Minggu (16/11/2025). Ia menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan bahwa pihak kampus harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Risaldi mengungkapkan bahwa pimpinan BEM Universitas telah menggelar rapat bersama tujuh BEM fakultas untuk merespons insiden tersebut.

“Ini merupakan preseden buruk bagi Unsil. Dan iya, ini bisa disebut lalai. Kami akan membuka dialog dengan rektorat, khususnya terkait evaluasi dan pengecekan menyeluruh terhadap bangunan yang sering digunakan mahasiswa,” ujarnya, Senin (17/11/2025) pagi.

Menurutnya, hasil rapat yang dilakukan pada malam sebelumnya akan menjadi dasar penyusunan evaluasi resmi kepada rektorat, terutama terkait sarana dan prasarana.

Risaldi menilai, selama ini kampus cenderung bergerak setelah kejadian terjadi, bukan melakukan pencegahan.

“Pengecekan berkala dirasa belum berjalan. Padahal beberapa laporan terkait fasilitas kampus sudah pernah diajukan mahasiswa. Saat audiensi dengan rektor sebelumnya, masukan soal fasilitas pun sudah kami sampaikan,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan minimnya inisiatif pihak kampus dalam melakukan pengecekan fasilitas.

“Rektorat harus lebih proaktif, bukan menunggu kami menyodorkan laporan. Cek satu per satu fasilitas dan bangunan. Banyak bangunan lama yang belum mendapatkan perhatian layak,” tambahnya.

Risaldi menegaskan bahwa insiden ambruknya gazebo bukanlah kejadian biasa, mengingat masih banyak fasilitas kampus yang memerlukan evaluasi dan perbaikan.

“Saya berharap ke depan Unsil lebih serius dalam pengelolaan fasilitas agar kejadian serupa tidak terulang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua BEM FKIP Unsil Tasikmalaya, Abdi Ludiansyah, menyebut bahwa satu mahasiswa masih menjalani perawatan medis.

“Satu orang masih dirawat, sementara yang lain sudah pulang. Kampus harus bertanggung jawab penuh dan memastikan semua korban sembuh total. Kami adalah pihak yang terdampak langsung,” tegas Abdi.

Sebelumnya, Rektor Unsil Tasikmalaya, Prof. Nundang Busaeri, menyampaikan permohonan maaf dan menegaskan komitmen kampus dalam memberikan penanganan terbaik bagi seluruh mahasiswa yang menjadi korban.

“Seluruh korban telah mendapatkan layanan medis sesuai standar kegawatdaruratan, dan seluruh biaya perawatan ditanggung oleh Unsil,” ujarnya melalui siaran pers, Senin pagi.

 

 

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement