Ikuti Kami :

Disarankan:

Inspirasi Bertani Kaum Muda di Kota Banjar

Selasa, 09 September 2025 | 18:21 WIB
Watermark
Inspirasi Bertani Kaum Muda di Kota Banjar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Martin

Di tengah arus urbanisasi dan stigma bahwa bertani adalah profesi yang ditinggalkan, sekelompok anak muda di Kota Banjar justru memilih jalan berbeda. Mereka tergabung dalam Kelompok Petani Milenial Kota Banjar, yang dipimpin oleh Ramdhani Bin Rasikun, untuk menanam harapan baru di atas tanah.

BANJAR, NewsTasikmalaya.com – Di tengah arus urbanisasi dan stigma bahwa bertani adalah profesi yang ditinggalkan, sekelompok anak muda di Kota Banjar justru memilih jalan berbeda. Mereka tergabung dalam Kelompok Petani Milenial Kota Banjar, yang dipimpin oleh Ramdhani Bin Rasikun, untuk menanam harapan baru di atas tanah.

“Bertani bukan sekadar cangkul dan tanah. Ini tentang ketahanan pangan, kemandirian, dan masa depan anak bangsa,” ujar Ramdhani saat ditemui di lahan garapannya usai menanam jagung, Selasa (9/9/2025).

Di lahan seluas dua hektare di Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, Ramdhani bersama komunitasnya mengelola ladang jagung dengan sistem pertanian modern. Tenaga manual digantikan traktor, sementara metode tanam yang digunakan berpedoman pada prinsip pertanian berkelanjutan.

Menurut Ramdhani, gerakan ini merupakan langkah nyata generasi muda untuk membuktikan bahwa bertani bisa menjadi profesi cerdas, modern, dan menjanjikan kesejahteraan.
“Profesi petani itu mulia. Dengan bertani, anak muda punya jaminan untuk sukses di masa depan,” tambahnya.

Ramdhani juga menekankan pentingnya pendidikan pertanian berbasis teknologi sejak bangku sekolah. Ia meyakini, regenerasi petani hanya akan berhasil jika generasi muda diperkenalkan dengan dunia pertanian sejak dini.

“Petani masa kini harus melek teknologi, punya akses modal, dan mendapat dukungan penuh dari kebijakan pemerintah,” tegasnya.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, melalui Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan, Yoyon Cuhyon, menyatakan dukungan penuh terhadap gerakan ini.
“Regenerasi petani semakin berkurang. Maka ketika ada anak muda yang mau turun ke sawah, kita wajib hadir dan mendukung,” ujar Yoyon.

Hal senada disampaikan Kapolres Banjar, AKBP Tyas Puji Rahadi, yang turut hadir dalam kegiatan penanaman jagung. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan program nasional menjaga swasembada pangan.

“Kami mengapresiasi semangat para petani milenial. Ini bisa menjadi inspirasi bagi pemuda lain agar tidak meninggalkan sektor pertanian,” ucapnya.

Untuk menjamin kesejahteraan petani, hasil panen jagung nantinya akan diserap Bulog dengan harga Rp5.500 per kilogram pada kadar air 18–20 persen. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi petani.

Selain itu, Kapolres Banjar menegaskan pihaknya bersama petani milenial juga mengembangkan lahan seluas 25 hektare di wilayah Banjar. Targetnya adalah membangun ekosistem pertanian yang inklusif dan berkelanjutan, khususnya pada komoditas jagung.
“Kami benar-benar mendorong sektor pertanian, khususnya pada jagung. Harapannya, semangat ini bisa menjadi gerakan besar untuk ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

 

 

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement