Ikuti Kami :

Disarankan:

Jalan di Banjar Dipenuhi Sampah Gegara Truk Pengangkut Rusak

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:49 WIB
Jalan di Banjar Dipenuhi Sampah Gegara Truk Pengangkut Rusak
Jalan di Banjar Dipenuhi Sampah Gegara Truk Pengangkut Rusak.

Warga Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, mengeluhkan kondisi jalan yang kerap dipenuhi sampah berserakan. Hal itu terjadi akibat truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar yang mengalami korosi dan berlubang, sehingga sampah berjatuhan saat diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

BANJAR, NewsTasikmalaya.com - Warga Desa Jajawar, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, mengeluhkan kondisi jalan yang kerap dipenuhi sampah berserakan. Hal itu terjadi akibat truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjar yang mengalami korosi dan berlubang, sehingga sampah berjatuhan saat diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA).  

Salah seorang warga, Udin menyebut kondisi tersebut membuat lingkungan menjadi kotor dan menimbulkan bau tidak sedap. 

“Sampah berserakan di jalan membuat lingkungan jadi kotor dan bau, apalagi pernah ada yang jatuhnya itu pampers penuh kotoran,” ujarnya, Kamis (15/1/2026).  

Ia berharap DLH segera memperbaiki armada pengangkut sampah yang rusak. “Kami sebagai warga pengguna jasa sudah membayar retribusi sampah, jadi mohon diperhatikan kembali fasilitas pengangkutnya,” tambahnya.  

Kepala DLH Kota Banjar, Asep Tatang Iskandar, membenarkan adanya sejumlah truk pengangkut sampah yang kondisinya memprihatinkan. Ia meminta maaf atas ketidaknyamanan warga.  

“Kami saat ini masih terkendala efisiensi anggaran sehingga belum dapat memperbaiki beberapa bak kontainer truk pengangkut sampah,” jelas Asep.  

Dari total 46 unit kontainer truk, 23 di antaranya masih dalam kondisi baik, 15 rusak ringan, dan 8 rusak berat. Menurut Asep, kerusakan terjadi karena bak kontainer terbuat dari besi yang mudah mengalami korosi akibat zat-zat dari sampah.  

Untuk sementara, DLH menutup bagian kontainer yang bocor dengan bambu maupun terpal agar sampah tidak tercecer di jalan. “Mungkin ada yang sudah bocor sehingga tercecer di jalanan,” imbuhnya.  

Asep menuturkan, pihaknya tengah mengajukan bantuan ke BRI untuk menambah armada pengangkut sampah. Selain itu, DLH juga meminta sejumlah lembaga besar, seperti rumah sakit swasta, untuk memiliki kontainer sendiri agar beban pengangkutan berkurang.  

Ia juga mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah rumah tangga. “Sampah bisa dimanfaatkan untuk kompos, plastiknya bisa dijual, sehingga yang sampai ke TPA hanya residu saja. Dengan begitu, tercecernya sampah saat diangkut bisa diminimalisir,” katanya.  

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement