CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Warga Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, digemparkan dengan penemuan sesosok jasad pria di aliran Sungai Citanduy pada Sabtu (27/9/2025) sore. Mayat ditemukan nyangkut di bebatuan pada lokasi yang curam dan jauh dari permukiman, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit.
Informasi yang dihimpun, jasad tersebut teridentifikasi sebagai AY (29), warga Kampung Tugu, Dusun Sukasenang, Kecamatan Sindangkasih, Kabupaten Ciamis. Identitas korban dikenali dari pakaian yang dikenakan, sebuah jaket bergambar tengkorak, yang sesuai dengan laporan keluarga.
Dani, teman korban, mengungkapkan ciri pakaian menjadi petunjuk penting. “Kalau dari wajah memang sudah tak dikenali, karena kan ditemukannya di air. Namun, dari pakaian itu identik, bahwa korban itu adalah AY, warga Kampung Tugu,” ujarnya di Kamar Mayat RSUD Ciamis.
Dani menambahkan, sehari-hari korban dikenal sebagai pedagang roti keliling. “Kalau ada masalah atau apa, kami tidak tahu ya. Biarkan kepolisian yang menjelaskan,” ucapnya.
Sebelumnya, warga sempat dihebohkan dengan penemuan sepeda motor matic tanpa pemilik di atas Jembatan Karangresik, Kota Tasikmalaya, Rabu (24/9/2025) dini hari. Motor berpelat nomor D 4445 TIN itu ditemukan tergeletak dengan mesin menyala dan kunci kontak masih menempel. Warga menduga pengendaranya melompat ke Sungai Citanduy.
KBO Reskrim Polres Ciamis, Iptu Ateng Budiono, membenarkan penemuan mayat tersebut.
“Sekitar pukul 16.30 WIB kami menerima laporan adanya penemuan mayat di Sungai Citanduy, wilayah Desa Gegempalan, Kecamatan Cikoneng,” katanya.
Ateng menjelaskan, jasad korban sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD Ciamis untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Untuk identitas, pihak keluarga juga belum bisa memastikan. Nanti setelah pemeriksaan, keluarga akan diminta melihat apakah betul itu anggota keluarganya atau bukan,” jelasnya.
Terkait keterkaitan dengan sepeda motor misterius di Jembatan Karangresik, Ateng menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman.
“Untuk hubungan dengan motor yang ada di Jembatan Karangresik, kita belum bisa memastikan. Saat ini masih dilakukan pendalaman,” tegasnya.
Polisi hingga kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti lain guna memastikan penyebab kematian serta kronologi yang dialami korban.