TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kenaikan harga berbagai produk plastik di pasaran yang dipicu konflik di Timur Tengah kini mulai dirasakan langsung oleh para pedagang kaki lima di Kota Tasikmalaya. Lonjakan harga tersebut berdampak pada meningkatnya biaya operasional dan menekan keuntungan usaha kecil.
Salah satu pedagang yang merasakan dampaknya adalah Arif (45), penjual minuman yang setiap hari berjualan di kawasan SDN Pengadilan, Kecamatan Tawang. Ia mengaku harga plastik yang terus naik membuat usahanya semakin terhimpit.
“Semakin menjerit, harga gelas plastik yang biasanya satu renceng isi 50 hanya Rp8 ribu, sekarang jadi Rp12 ribu,” ujar Arif saat ditemui, Selasa (7/4/2026).
Menurutnya, hampir seluruh kebutuhan plastik mengalami kenaikan, termasuk plastik kemasan ukuran kecil yang digunakan setiap hari untuk melayani pembeli.
“Plastik ukuran 12×25 yang biasa Rp3 ribu sekarang jadi Rp4.500. Bingung juga kalau harus menaikkan harga jual, apalagi pembeli saya kebanyakan anak-anak sekolah,” ungkapnya.
Arif mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga tersebut. Ia baru mengetahui bahwa lonjakan harga plastik berkaitan dengan konflik global. “Kalau karena perang saya juga baru tahu, sebelumnya tidak tahu penyebabnya,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pedagang lainnya, seperti Pian (42) penjual cakwe dan Rahmat (38) pedagang cimol. Mereka mengaku kesulitan menyesuaikan harga jual di tengah kenaikan biaya bahan pendukung.
“Serba salah, harga naik tapi mau menaikkan harga jual ke pembeli juga sulit. Mau mengurangi porsi juga tidak mungkin karena mayoritas pembeli anak-anak,” ujar Pian.
Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga plastik agar tidak terus melonjak dan membebani pelaku usaha kecil.
“Kalau kondisi seperti ini terus, harga pasti akan naik lagi. Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk mengatasi masalah ini,” harapnya.
Kenaikan harga plastik ini menjadi tantangan tersendiri bagi pedagang kecil yang sangat bergantung pada bahan tersebut dalam aktivitas jual beli sehari-hari.