Ikuti Kami :

Disarankan:

Kebakaran Pabrik Makaroni di Ciamis, Suara Letupan Bangunkan Tidur Lelap Warga

Selasa, 06 Januari 2026 | 19:27 WIB
Kebakaran Pabrik Makaroni di Ciamis, Suara Letupan Bangunkan Tidur Lelap Warga
Kebakaran Pabrik Makaroni di Ciamis, Suara Letupan Bangunkan Tidur Lelap Warga.

Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah yang difungsikan sebagai pabrik makaroni di Dusun Cikatomas, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Selasa (6/1/2026) dini hari.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com — Kebakaran hebat menghanguskan sebuah rumah yang difungsikan sebagai pabrik makaroni di Dusun Cikatomas, Desa Gunungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Selasa (6/1/2026) dini hari.

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga terlelap itu sempat memicu kepanikan karena kobaran api membesar dengan cepat disertai suara letupan keras.

Bangunan tersebut diketahui milik Herman Taufik (35), seorang wiraswasta lokal yang menjalankan usaha produksi makaroni rumahan. Api pertama kali diketahui sekira pukul 02.00 WIB. Warga yang terbangun mendengar suara tidak biasa dari arah pabrik sebelum akhirnya melihat cahaya merah menyala dan asap tebal membubung ke udara.

“Awalnya warga mendengar suara seperti ledakan kecil. Setelah dicek keluar rumah, api sudah terlihat membesar dan membakar bangunan,” kata Kabid Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat, saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).

Menurut Budi, api dengan cepat meluas karena di dalam bangunan terdapat peralatan produksi serta bahan-bahan pendukung usaha yang mudah terbakar. Kondisi itu membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Warga sekitar pun berupaya menyelamatkan diri dan memindahkan barang-barang di sekitar lokasi agar tidak ikut terdampak.

Setelah menerima laporan dari Kepala Dusun Cikatomas pada pukul 03.15 WIB, UPTD Damkar Ciamis langsung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 03.27 WIB dan segera melakukan pemadaman meski api sudah terlanjur membesar.

“Api cukup besar saat petugas tiba di lokasi. Pemadaman dilakukan secara bertahap disertai pendinginan untuk mencegah api kembali menyala,” ujar Budi.

Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 07.00 WIB. Selain memadamkan api, petugas juga melakukan penyisiran dan observasi menyeluruh guna memastikan tidak ada titik api tersisa yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.

Akibat kejadian tersebut, bangunan permanen berukuran sekitar 10 x 15 meter mengalami kerusakan berat. Kerugian materi ditaksir mencapai kurang lebih Rp200 juta. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Budi menambahkan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari tungku penggorengan yang digunakan dalam aktivitas produksi makaroni. Namun, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Dalam penanganan kejadian ini, petugas pemadam kebakaran dibantu oleh aparat desa setempat, Babinsa, Baznas, serta pihak PLN untuk pengamanan lokasi dan pendataan pascakebakaran.

Aparat mengimbau warga, khususnya pelaku usaha rumahan, agar lebih waspada dan rutin memeriksa peralatan produksi demi mencegah kejadian serupa terulang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement