TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kehadiran Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Chandra, dalam acara Raksa Budaya Santun di Lapangan Plang, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Rabu (15/10/2025), menjadi kebahagiaan tersendiri bagi masyarakat setempat.
Dengan gaya khasnya yang humanis dan humoris, Diky disambut antusias oleh ribuan warga yang memadati lokasi acara. Kehadirannya semakin menyemarakkan kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-24 Kota Tasikmalaya tersebut.
Sebelum kedatangan Diky, warga telah dihibur dengan berbagai penampilan kreatif, seperti atraksi Polisi Cilik SD Panglayungan, pertunjukan pencak silat, dan penampilan angklung dari SD Cikiara. Selain itu, acara juga diramaikan dengan bazar UMKM, Gerakan Pangan Murah (GPM), stan pelayanan publik, serta kegiatan sosial bagi warga yang membutuhkan.
Wali Kota Tasikmalaya membuka acara tersebut sekitar pukul 09.30 WIB, sementara Diky hadir pada siang hari untuk menyapa warga sekaligus membagikan hadiah kepada peserta kegiatan.
Dalam kesempatan itu, Diky menyampaikan apresiasi kepada panitia Raksa Budaya Sunda di Kecamatan Cipedes yang berhasil menghadirkan suasana bahagia bagi masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa perayaan HUT tahun ini diselenggarakan secara sederhana dan efisien.
“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, karena ada beberapa kegiatan nasional dan edaran agar tidak membuat keramaian berlebihan. Maka, kami memilih konsep helaran di 10 kecamatan agar seluruh warga dapat merasakan kemeriahannya,” ujar Diky saat dikonfirmasi, Kamis (16/10/2025).
Ia menambahkan, sejumlah kegiatan dalam rangkaian HUT ke-24 Kota Tasikmalaya tidak menggunakan anggaran APBD. “Kegiatan seperti Nganjang ke Warga, Program Jampidum, dan partisipasi TNI AL, seluruhnya menggunakan dana mandiri. Bahkan kegiatan Bedah Naskah dari Kemendikdasmen dan kehadiran artis nasional seperti Komeng dan Sule juga non-APBD,” jelasnya.
Diky menuturkan, ada pula kegiatan karnaval serta acara Kupat Tanjung dengan sajian 24 ribu kupat yang difasilitasi sponsor dan tercatat dalam rekor MURI.
Ia menegaskan, esensi HUT ke-24 Kota Tasikmalaya bukan sekadar perayaan bagi kalangan pegawai pemerintah, melainkan pesta rakyat yang digelar dengan penuh kesederhanaan.
“Kata kuncinya adalah syukur nikmat. Dengan segala keterbatasan, Tasikmalaya tetap mampu merayakan kebersamaan. Mudah-mudahan sesuai dengan harapan dan tujuan kita bersama,” pungkasnya.