Ikuti Kami :

Disarankan:

Kelurahan Tugujaya Klarifikasi Isu Antre Bansos dalam Kasus Bocah Hilang, Ternyata Sedang Verifikasi Data Penerima Bantuan

Sabtu, 03 Januari 2026 | 12:55 WIB
Kelurahan Tugujaya Klarifikasi Isu Antre Bansos dalam Kasus Bocah Hilang, Ternyata Sedang Verifikasi Data Penerima Bantuan
Kelurahan Tugujaya Klarifikasi Isu Antre Bansos dalam Kasus Bocah Hilang, Ternyata Sedang Verifikasi Data Penerima Bantuan. Foto: Tian K.

Pihak Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, memberikan klarifikasi terkait peristiwa hilangnya seorang bocah berusia enam tahun bernama Zaidan, yang sebelumnya disebut terjadi saat orang tuanya mengantre bantuan sosial (bansos).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Pihak Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, memberikan klarifikasi terkait peristiwa hilangnya seorang bocah berusia enam tahun bernama Zaidan, yang sebelumnya disebut terjadi saat orang tuanya mengantre bantuan sosial (bansos).

Kasi Pemerintah, Ketentraman dan Ketertiban Umum Kelurahan Tugujaya, M. Burhanudin, S.Ag, menegaskan bahwa pada saat kejadian, ibu korban tidak sedang mengantre bansos, melainkan mengikuti proses verifikasi data penerima bantuan.

"Sebetulnya mungkin ada miskomunikasi kalau informasi dari kelurahan kita menyampaikan untuk RW1 dan ditembuskan lagi ke RT bahwa kemarin itu kita verifikasi data KPM," kata Burhanudin saat ditemui di Kelurahan Tugujaya, Sabtu (3/1/2026) siang.

Ia menjelaskan, proses verifikasi tersebut dilakukan karena masih ditemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan sosial di wilayahnya.

"Cuma bansos juga ada BLT, ada yang cek, dan ada beberapa data yang tidak sinkron, bahkan ada juga yang diantaranya kebetulan untuk yang ini tinggal di Tugujaya, tapi menurut keterangan RT sudah hampir tiga tahun berdiam di tamanjaya, tapi secara adminitrasi tercatat KK dan KTP masih Tugujaya," sambungnya.

Burhanudin menyebut, persoalan data penerima bansos semacam ini kerap terjadi di banyak kelurahan, sehingga diperlukan verifikasi ulang untuk memastikan keakuratan data.

"Karena banyak juga masukan dari RW ternyata warga sudah pindah atau sudah meninggal atau tidak diketahui keberadaannya makanya kemarin kita lakukan untuk dikonfirmasi cocokan datanya sekarang," ucapnya.

Terkait peristiwa hilangnya Zaidan, Burhanudin menegaskan bahwa kejadian tersebut berada di luar dugaan semua pihak.

"Yang ga kita harapkan itu terjsdi. Karena itu musibah, dan kemarin sebetulnya tinggal 4 orang menjelang magrib itu," bebernya.

Ia juga menilai kondisi keluarga korban saat kejadian sangat wajar berada dalam situasi panik, sehingga pihak kelurahan tidak sepenuhnya menyalahkan keluarga anak tersebut.

Lebih lanjut, Burhanudin menyampaikan dugaan sementara bahwa korban kemungkinan terjatuh ke saluran air, mengingat saat kejadian hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

"Karena sampai dengan malam belum ada informasi dari warga sekitar tidak ada anak hilang atau kesasar belum ada. Dugaan kuat untuk sementara terbawa arus, karena saluran selokan itu rata ga keliatan, kebetulan anak kecil bukan warga sekitar kelurahan," jelasnya.

Peristiwa ini, lanjut Burhanudin, menjadi pelajaran penting bagi seluruh orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak, terutama di ruang publik.

"Ini memang menjadi perhatian semua orang tua ketika mendampingi anak itu harus betul-betul jangan sampai lepas dari pantauan orang tuanya," tegasnya.

Disinggung mengenai proses verifikasi data penerima bansos yang berlangsung hingga menjelang malam, Burhanudin menegaskan bahwa jadwal resmi verifikasi sebenarnya dibatasi hingga pukul 16.00 WIB.

"Kalau kemarin kita pengennya jam 4 sore, tapi karena tanggung dan situasinya masih hujan gerimis, jadi masyarakat pengen diselesaikan. Kita juga tidak mengharapkan sesuatu hal ini, dan ini diluar dugaan kita semua. Cuma kalau misterius pasti misterius. Karena kita belum tahu lokasi, kalau misalkan kemarin ada yang bawa anak itu, pada saat lengah CCTV sudah buka sebagian yang di jalur Cibagregbeg," paparnya.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, pihak Kelurahan Tugujaya berencana memasang kamera pengawas di sekitar kantor kelurahan. "Nanti akan dipasang CCTV," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement