Ikuti Kami :

Disarankan:

Kepengurusan Belum Definitif, Dua Cabor di Ciamis Terancam Gagal Ikut BK Porprov XV Jabar

Jumat, 25 Juli 2025 | 11:03 WIB
Watermark
Kepengurusan Belum Definitif, Dua Cabor di Ciamis Terancam Gagal Ikut BK Porprov XV Jabar. Foto: NewsTasikmalaya.com/Andri M.

Menjelang pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, dua cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Ciamis, yakni tinju dan tenis lapangan, dihantui ketidakpastian. Hal ini disebabkan belum definitifnya kepengurusan di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis.

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com - Menjelang pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, dua cabang olahraga (cabor) di Kabupaten Ciamis, yakni tinju dan tenis lapangan, dihantui ketidakpastian. Hal ini disebabkan belum definitifnya kepengurusan di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ciamis.

Pengurus Cabang (Pengcab) Pertina Ciamis tercatat telah habis masa kepengurusannya dan belum menyelenggarakan musyawarah cabang (muscab) untuk memilih ketua baru. Sementara Pengcab Pelti Ciamis memang telah melaksanakan muscab, namun kepengurusan terpilih belum dilantik secara resmi.

"Kalau sampai hari H jadwal BK belum ada kepengurusan baru yang sudah dilantik, kedua cabor tersebut terancam tidak bisa ikut BK," ujar Ketua KONI Kabupaten Ciamis, Drs. H. Endang Sutrisna, saat ditemui usai rapat koordinasi di Kantor KONI Ciamis, Komplek Perkantoran Kertasari, Kamis (24/7/2025) sore.

Rapat koordinasi yang digelar tersebut turut dihadiri Kadis Budpora Ciamis, Dr. H. Dian Herdiana, M.Si, bersama pengurus 37 cabor yang bernaung di bawah KONI Ciamis. Dalam kesempatan itu, Endang meminta agar Pengcab Pertina segera menggelar muscab agar pengurus baru bisa dikukuhkan sebelum jadwal BK cabor tinju yang akan berlangsung Desember mendatang.

“Sementara untuk Pengcab Pelti tidak terlalu rumit. Tinggal melaksanakan pelantikan dan pengukuhan pengurus baru yang sudah terpilih dalam muscab. Jadwal BK cabor tenis pertengahan Oktober,” jelasnya.

Di sisi lain, suasana olahraga di Ciamis juga tengah diwarnai isu hengkangnya tujuh atlet andalan dari berbagai cabor ke daerah lain. Mereka dikabarkan akan bergabung dengan daerah seperti Tasikmalaya, Bogor, dan Cirebon. Tujuh atlet tersebut terdiri dari atlet tenis lapangan, karate, tenis meja, hingga soft tenis.

"Setiap menghadapi event besar olahraga seperti PON maupun Porprov memang sering diwarnai rumor perpindahan atlet ke daerah lain. Hal tersebut suatu hal yang lazim dalam dunia olahraga. Mereka menempuh jalur binsil (pembinaan silang)," kata Endang menanggapi isu tersebut.

Ia mengakui telah mendengar nama-nama atlet yang dikabarkan akan pindah, namun hingga saat ini belum ada satupun yang secara resmi mengajukan perpindahan melalui prosedur binsil.

"Perpindahan atlet ke daerah lain tersebut harus sepengetahuan cabor dan seizin KONI setempat. Tapi sampai hari ini belum ada yang menempuh prosedur binsil secara resmi," tegasnya.

Endang pun mengingatkan bahwa batas akhir pendaftaran perpindahan atlet adalah sebelum tanggal registrasi, yakni 28 hingga 31 Juli 2025. Hal ini penting, mengingat seorang atlet hanya dapat didaftarkan oleh satu daerah untuk satu cabor dalam Porprov.

Dari 44 cabor yang telah, sedang, dan akan menggelar babak kualifikasi sejak Mei hingga Desember 2025, tidak satu pun yang pelaksanaannya digelar di Kabupaten Ciamis.

"Tidak ada cabor yang BK-nya dilaksanakan di Ciamis," pungkas Endang.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement