TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Kehadiran Satgaswil Jabar Densus 88 Anti Teror Polri di Aula Kelurahan Parakannyasag, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Rabu (27/8/2025) sore, langsung menyedot perhatian warga. Bukan tanpa alasan, tim khusus yang biasanya bergerak memburu jaringan terorisme itu kali ini hadir memberi sosialisasi kepada 84 perangkat kelurahan, RT, dan RW.
Materi yang disampaikan tak main-main. Tim Cegah Densus 88 mengupas bagaimana paham intoleransi, radikalisme, hingga terorisme bisa menyusup ke tengah masyarakat. Dari cara kelompok radikal merekrut anggota baru, tanda-tanda dini yang muncul di lingkungan, sampai strategi menghadapi propaganda di era digital.
Diskusi berlangsung hangat. Para RT dan RW aktif bertanya, mulai dari bagaimana mengenali pola rekrutmen hingga cara bersikap bila menemukan gejala intoleransi.
“Materinya jelas dan mudah dipahami. Kami jadi lebih percaya diri untuk mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh paham yang menyesatkan,” ungkap salah satu ketua RT seusai acara.
Lurah Parakannyasag, Ugan Nugraha, menyebut kegiatan ini tentu sangat bermanfaat. Dengan demikian, warga bisa memahami bahwa menjaga lingkungan dari paham radikal menjadi tanggung jawab bersama.
“Kami sangat terbantu dengan penjelasan dari Densus 88. Warga jadi paham bahwa menjaga lingkungan dari paham radikal bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua,” ujarnya.
Tak hanya paparan, tim Densus juga menekankan pentingnya kontra narasi di media sosial, upaya deradikalisasi, serta pembinaan wawasan kebangsaan sebagai benteng utama.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat persatuan dan toleransi di lingkungan masing-masing. Kehadiran Densus 88 di Indihiang pun meninggalkan kesan mendalam: ancaman radikalisme nyata adanya, dan melawannya harus dimulai dari masyarakat sendiri.