Ikuti Kami :

Disarankan:

Ketua DPD Gerindra Jabar: Undangan Presiden Prabowo ke Tokoh Kritis Bukti Sikap Negarawan

Jumat, 06 Februari 2026 | 22:33 WIB
Ketua DPD Gerindra Jabar: Undangan Presiden Prabowo ke Tokoh Kritis Bukti Sikap Negarawan
Ketua DPD Gerindra Jabar: Undangan Presiden Prabowo ke Tokoh Kritis Bukti Sikap Negarawan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud, menilai undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada sejumlah tokoh kritis sebagai cerminan sikap seorang negarawan, bukan sekadar politisi.

BANDUNG, NewsTasikmalaya.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Barat, H. Amir Mahpud, menilai undangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada sejumlah tokoh kritis sebagai cerminan sikap seorang negarawan, bukan sekadar politisi.

Pernyataan tersebut disampaikan Amir Mahpud kepada awak media di Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam. Menurutnya, langkah Presiden Prabowo menunjukkan ketulusan dalam membangun dialog kebangsaan yang inklusif.

"Ketulusan sikap Pak Prabowo mengundang kelompok kritis makin menguatkan bahwa beliau memang negarawan," tegas Amir Mahpud.

Amir menuturkan, langkah politik Presiden Prabowo tersebut memiliki dampak strategis bagi perjalanan pemerintahan ke depan. Ia menyinggung sejumlah agenda lain yang dinilai sejalan, seperti undangan kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam serta para kepala daerah dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).

"Ini bukan sekadar seremoni atau agenda protokoler biasa. Ini adalah sinyal penting tentang arah kepemimpiban Prabowo yang makin inklusif, membuka pintu, dan merangkul sebanyak mungkin elemen bangsan," ujarnya.

Lebih lanjut, Amir mengungkapkan bahwa kritik seharusnya tidak hanya dipahami sebagai bagian dari praktik demokrasi, tetapi juga sebagai investasi yang dapat memperkuat kualitas demokrasi itu sendiri.

"Dengan mengundang kelompok in, Prabowo mengirim pesan bahwa kritik bukan ancaman, melainkan vitamin demokrasi," katanya.

Ia berharap langkah tersebut dapat menurunkan tensi politik nasional serta menciptakan ruang dialog yang sehat, sehingga kelompok-kelompok kritis merasa dihargai dan dilibatkan dalam proses kebangsaan.

Di sisi lain, Amir menegaskan bahwa pendekatan Presiden Prabowo bukanlah sekadar diplomasi simbolik. Menurutnya, langkah tersebut merupakan strategi untuk memastikan kebijakan pemerintah memperoleh legitimasi moral dari para pemuka agama dan institusi keumatan.

"Ormas Islam adalah pilar yang menjaga moderasi, penyeimbang nilai, sekaligus pemersatu jutaan umat. Mengajak mereka berdialog berarti Pak Prabowo paham lanskap sosial Indonesia yang beralar kuat pada nilai-nilai keagamaan," pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement