Ikuti Kami :

Disarankan:

Ketua PKK Kota Tasikmalaya Tinjau Pojok Baca hingga KWT di Kampung Binaan RW 14 Gunungceuri

Rabu, 11 Februari 2026 | 13:48 WIB
Watermark
Ketua PKK Kota Tasikmalaya Tinjau Pojok Baca hingga KWT di Kampung Binaan RW 14 Gunungceuri. Foto: NewsTasikmalaya.com/Heru Rukanda

Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, melakukan kegiatan monitoring Kampung Binaan di Kampung Gunungceuri 1, RW 14, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026).

TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com – Ketua TP PKK Kota Tasikmalaya, dr. Elvira Kamarrow Putri, melakukan kegiatan monitoring Kampung Binaan di Kampung Gunungceuri 1, RW 14, Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Rabu (11/2/2026).

Monitoring ini mencakup sejumlah program unggulan masyarakat, mulai dari pojok baca, posyandu, hingga aktivitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Tugu Hijau yang menjadi bagian dari implementasi 10 Program Pokok PKK.

dr. Elvira menyampaikan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam membina masyarakat agar mampu mengimplementasikan 10 Program Pokok PKK secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“PKK memiliki 10 program pokok yang harus diterapkan oleh masyarakat. Di sinilah fungsi PKK melakukan pembinaan agar program-program tersebut benar-benar bisa diimplementasikan,” ujarnya.

Salah satu fokus utama yang dimonitoring adalah program ketahanan pangan melalui pemanfaatan pekarangan rumah. Menurutnya, optimalisasi lahan pekarangan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, khususnya dalam meningkatkan ketersediaan pangan keluarga.

Di RW 14 Kelurahan Tuguraja, program tersebut telah berjalan melalui KWT Tugu Hijau. Hasilnya pun mulai terlihat, seperti budidaya bioflok dengan hasil panen ikan serta pengembangan ayam petelur yang dikelola warga.

“Alhamdulillah dari KWT sudah menghasilkan biofloknya, ikannya, juga ayam petelurnya. Ini sudah cukup baik, tinggal ditingkatkan agar manfaatnya semakin luas bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain ketahanan pangan, monitoring juga menyoroti program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta upaya menekan angka pernikahan dini. RW 14 diharapkan menjadi lingkungan yang ramah perempuan dan anak, sekaligus menjadi contoh kampung yang sehat dan sejahtera.

Tak kalah penting, dr. Elvira juga mengapresiasi keberadaan pojok baca di RW 14 yang dinilai sudah cukup baik dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat. Namun, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh warga agar fasilitas tersebut benar-benar dimanfaatkan secara maksimal.

“Kami berharap masyarakat ikut terlibat, datang ke pojok baca, sehingga tingkat literasi meningkat. Pengetahuan yang bertambah bisa berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Menurutnya, literasi tidak hanya soal membaca, tetapi juga membuka wawasan dan peluang ekonomi bagi masyarakat. Dengan meningkatnya pengetahuan, warga diharapkan mampu mengembangkan potensi diri dan usaha produktif.

Kegiatan ini merupakan monitoring tahap pertama setelah sebelumnya dilakukan sosialisasi dan implementasi program. Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik, namun tetap perlu peningkatan dan keberlanjutan program.

“Mudah-mudahan kampung binaan ini bisa berkesinambungan, terus berlanjut, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat yang sehat dan sejahtera,” pungkasnya.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement