TASIKMALAYA, NewsTasikmalaya.com - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) RI memberikan apresiasi tinggi kepada Polres Tasikmalaya Kota atas keberhasilannya membangun kemitraan strategis antara Polri dan masyarakat sipil melalui pendekatan dialogis dan kolaboratif.
Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Anggota Kompolnas RI, Gufron Mabruri, dalam agenda Sarasehan Kebangsaan bertajuk “Bakti Negeri: Polri Bersama Masyarakat” yang digelar di Hotel Harmoni, Sabtu (25/10/2025).
Menurut Gufron, Polres Tasikmalaya Kota menjadi contoh nyata pelaksanaan community policing yang berorientasi pada kepercayaan dan partisipasi masyarakat, bukan sekadar penegakan hukum yang kaku.
“Kapolres Tasikmalaya Kota telah menunjukkan praktik kepolisian yang konkret dan humanis. Beliau mampu menjalin hubungan baik dengan lebih dari 176 pesantren, aktif dalam kegiatan sosial seperti donor darah, serta rutin membuka ruang dialog dengan masyarakat sipil. Ini adalah teladan Polri yang partisipatif,” ujar Gufron.
Kompolnas menilai, sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya dengan komunitas keagamaan, menjadi faktor penting dalam membangun keamanan yang berkelanjutan dan berbasis kepercayaan.
“Keamanan yang berkelanjutan tidak lahir dari rasa takut, tetapi dari rasa percaya. Polri harus menjadi mitra yang mau mendengar, menghormati kearifan lokal, dan merangkul semua elemen masyarakat sebagai bagian dari sistem keamanan itu sendiri,” tambah Gufron.
Pendekatan seperti yang diterapkan oleh Polres Tasikmalaya Kota dinilai sejalan dengan semangat reformasi Polri yang demokratis, yakni menumbuhkan transparansi, akuntabilitas, partisipasi publik, serta kepekaan sosial.
Selain menjaga keamanan, Polres Tasikmalaya Kota juga aktif menjalin kemitraan dengan pesantren, tokoh lintas agama, komunitas pemuda, mahasiswa, serta kelompok masyarakat sipil.
Kompolnas menilai, keterlibatan Polres dalam berbagai program sosial dan pendidikan seperti Polwan Mengajar di Madrasah, kegiatan literasi kebangsaan, hingga aksi donor darah massal, menjadi contoh nyata kedekatan Polri dengan masyarakat.
“Kemitraan dengan pesantren sebagai pusat pendidikan, kebudayaan, dan moral masyarakat merupakan langkah strategis. Ini memperkuat ketahanan sosial di tingkat akar rumput,” kata Gufron.
Kompolnas berharap, model pendekatan yang diterapkan Polres Tasikmalaya Kota dapat direplikasi oleh jajaran kepolisian di daerah lain di Indonesia. “Polri harus hadir dengan wajah yang melayani, melindungi, dan mempersatukan. Pendekatan dialogis seperti ini adalah wujud Polri yang dicintai masyarakat,” tegasnya.
Langkah Polres Tasikmalaya Kota dinilai tidak hanya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian, tetapi juga menghadirkan model keamanan partisipatif yang relevan dengan dinamika masyarakat modern.