Ikuti Kami :

Disarankan:

Komunitas Gada Membaca Kawali Gelar Pameran Lukisan, Aksi Tanam Pohon dan Sosialisasi Budaya Literasi

Jumat, 10 Oktober 2025 | 19:53 WIB
Komunitas Gada Membaca Kawali Gelar Pameran Lukisan, Aksi Tanam Pohon dan Sosialisasi Budaya Literasi
Komunitas Gada Membaca Kawali Gelar Pameran Lukisan, Aksi Tanam Pohon dan Sosialisasi Budaya Literasi. Foto: NewsTasikmalaya.com/Febrian L.

Suasana tenang di tepi Sungai Cimuntur, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, berubah menjadi ruang ekspresi seni dan literasi. Komunitas Gada Membaca menggelar pameran lukisan, penanaman pohon, dan sosialisasi budaya literasi, Jumat (10/10/2025).

CIAMIS, NewsTasikmalaya.com – Suasana tenang di tepi Sungai Cimuntur, Desa Winduraja, Kecamatan Kawali, berubah menjadi ruang ekspresi seni dan literasi. Komunitas Gada Membaca menggelar pameran lukisan, penanaman pohon, dan sosialisasi budaya literasi, Jumat (10/10/2025).

Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi antara seniman, pelajar, dan masyarakat yang menggabungkan seni, lingkungan, dan literasi dalam satu wadah kreatif.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusipda) Jawa Barat, Kusmana Hartadji, hadir langsung dan mengapresiasi inisiatif komunitas tersebut.

“Saya hadir untuk memberikan dukungan dan apresiasi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ini bentuk partisipasi nyata masyarakat dalam mengembangkan budaya baca dan literasi sosial,” ujar Kusmana.

Menurut Kusmana, literasi kini tak sekadar kemampuan membaca buku, melainkan juga sarana pemberdayaan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial agar dapat menjawab kebutuhan warga.

“Perpustakaan harus menjadi ruang hidup bagi warga tempat belajar, berkreasi, berdaya, dan berkegiatan ekonomi, sosial, maupun budaya,” jelasnya.

Kegiatan turut dihadiri Pembina Gada Membaca Agus Munawar, Kepala Dinas Perpustakaan Ciamis Okta Jabal Nugraha, Camat Kawali, Kepala Desa Winduraja, Ketua IJTI Galuh Raya Yosep Trisna, serta sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua Gada Membaca Kawali, Naufalia Qisthi, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang publik terbuka.

“Kami ingin memperkenalkan konsep literasi yang menyenangkan dan terbuka untuk semua kalangan. Dengan menggandeng komunitas seni, masyarakat bisa belajar, berkarya, sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

Pameran ini juga menampilkan karya para seniman Slug (Seniman Lukis Galuh) dan anak-anak yang melukis langsung di alam terbuka. Selain menumbuhkan minat baca, kegiatan ini juga menjadi bagian dari sosialisasi budaya literasi menjelang penilaian Perpustakaan Umum Terbaik Wilayah II, di mana Gada Membaca masuk tiga besar nasional.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menginspirasi masyarakat untuk terus berkegiatan di perpustakaan, tidak hanya membaca tapi juga berkarya dan berkolaborasi,” kata Naufalia.

Melalui pameran dan penanaman pohon ini, Gada Membaca membuktikan bahwa literasi bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan gerakan sosial yang menyatu dengan alam, seni, dan kehidupan masyarakat.

Dilarang menyalin atau menayangkan ulang isi artikel ini, baik sebagian maupun seluruhnya, untuk konten media sosial komersial maupun media lainnya tanpa persetujuan redaksi NewsTasikmalaya.com.
Editor
Konten berikut adalah iklan platform MGID. Newstasikmalaya.com tidak terkait dengan materi konten ini.
Link Disalin
advertisement